Bentuk partikel-partikel tanah liat seperti lempengan kecil-kecil yang menyerupai bentuk segi enam (hexagonal) dengan permukaan yang datar, namun tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung.Dengan bentuk partikel seperti ini menyebabkan tanah liat mempunyai sifat liat (plastis) dan mudah dibentuk bila dicampur dengan air. Halini karena partikel-partikel tersebut saling meluncur satu dengan yang lain dengan air sebagai pelumasnya. Rumus teoritisnya adalah Si2Al2O5(OH)4 atau Al2O3.2SiO2.2H2O (Velde, 1992). Perbandingan besar butiran dan bentuk butiran partikel-partikel tanah liat akan berpengaruh pada plastisitas, kekuatan kering, penyusutan, porositas, dan karakter benda setelah dibakar. Struktur tanah liat ; Pasir mempunyai ukuran antara 0,05-2 mm, tanah endapan berukuran diameter 0,05 \u2013 0,002 mm, sedangkan lempung (tanah liat) mempunyai ukuran partikel kurang dari 0,002 mm. Dari uraian di atas, tanah liat memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda baik dari sifat plastisitasnya, daya kerjanya, susutnya, suhu bakarnya, porositasnya, dan warna bakarnya terang\/gelap. Agar memenuhi persyaratan untuk dapat digunakan maka perlu dilakukan perbaikan sifat-sifat tanah yang demikian yang dilakukan sebelum proses pembentukan.<\/p>\n Yang perlu diingat bahwa penambahan bahan akan saling mempengaruhi sifat-sifat tanah liat tersebut. Bahan-bahan yang dapat ditambahkan untuk memperbaiki karakter tanah liat: Bentuk partikel-partikel tanah liat seperti lempengan kecil-kecil yang menyerupai bentuk segi enam (hexagonal) dengan permukaan yang datar, namun tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung.Dengan bentuk partikel seperti ini menyebabkan tanah liat mempunyai sifat liat (plastis) dan mudah dibentuk bila dicampur dengan air. Halini karena partikel-partikel tersebut saling meluncur satu dengan yang lain dengan air …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":349,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[175],"tags":[445,454,451,450,447,448,452,453,446,449],"class_list":["post-354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-karakteristik-tanah-liat","tag-struktur-tanah","tag-struktur-tanah-aluvial","tag-struktur-tanah-dan-penjelasannya","tag-struktur-tanah-di-indonesia","tag-struktur-tanah-gambut","tag-struktur-tanah-inceptisol","tag-struktur-tanah-liat","tag-struktur-tanah-pasir","tag-struktur-tanah-pdf","tag-struktur-tanah-yang-baik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=354"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3427,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354\/revisions\/3427"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media\/349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n
<\/a>
\nGambar 35. Bentuk partikel tanah liat.<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 36. (a) Struktur lembaran kaolinit (b) partikel lempung<\/p>\n
\na. Struktur halus (plastis): tanah liat
\nb. Struktur kasar (tidak plastis): pasir
\nPerbandingan lempung (clay), tanah endapan (silt) dan pasir (sand) dapat dilihat pada gambar di bawah.
\n
<\/a>
\nGambar 37. Perbandingan antara lempung, tanah endapan, dan pasir<\/p>\n
\n1) Sebagai bahan plastis adalahballclay atau bentonit
\n2) Sebagai bahan pengeras\/pengisi adalah flint, grog\/chamotte, pasir, talk
\n3) Sebagai bahan pelebur\/flux adalah feldspar, kapur, magnesia, dolomite dan oksida besi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"