Kayu dari berbagai jenis pohon memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat yang berbeda tersebut menyangkut: sifat anatomi kayu, sifat fisik kayu, sifat mekanik dan sifat-sifat kimia kayu. Dari sekian perbedaan sifat kayu tersebut, ada beberapa sifat umumyang terdapat pada semua jenis kayu. Sifat-sifat umum kayu tersebut adalah:
\n\uf0b7 Semua batang pohon mempunyai pengaturan vertikal dan sifat simetri radial.
\n\uf0b7 Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki bermacam -macam tipe, dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa-senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (unsur karbohidrat) serta berupa lignin (non karbohidrat).
\n\uf0b7 Semua kayu bersifat anisotrofik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, tangensial, dan radial). Hal ini disebabkan oleh struktur dan orientasi selulosa dalam dinding sel, bentuk memanjang sel-sel kayu, dan pengaturan sel terhadap sumbu vertikal dan horizontal pada batang pohon.
\n\uf0b7 Kayu merupakan suatu bahan yang bersifat higroskopik, yaitu dapat kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat perubahan kelembaban dan suhu udara di sekitarnya.
\n\uf0b7 Kayu dapat diserang mahluk hidup perusak kayu, dapat terbakar, terutama jika kayu dalam keadaan kering.<\/p>\n
Sifat fisik kayu a) Berat jenis<\/strong> Misalnya : Berdasarkan berat jenisnya, ada beberapa istilah kelompok kayu, sebagai berikut: b) Keawetan alami kayu c) Warna kayu<\/strong> d) Higroskopik<\/strong> e) Tekstur f) Serat<\/strong> g) Serat berpadu<\/strong> h) serat berombak<\/strong> i) Serat terpilin<\/strong> j) Serat diagonal k) Kekerasan<\/strong> Kayu dari berbagai jenis pohon memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat yang berbeda tersebut menyangkut: sifat anatomi kayu, sifat fisik kayu, sifat mekanik dan sifat-sifat kimia kayu. Dari sekian perbedaan sifat kayu tersebut, ada beberapa sifat umumyang terdapat pada semua jenis kayu. Sifat-sifat umum kayu tersebut adalah: \uf0b7 Semua batang pohon mempunyai pengaturan vertikal dan sifat …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[615],"tags":[785,793,790,791,792,788,789,787,786],"class_list":["post-538","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kayu-sebagai-bahan-furnitur","tag-sifat-kayu","tag-sifat-kayu-bengkirai","tag-sifat-kayu-jati","tag-sifat-kayu-kelapa","tag-sifat-kayu-kruing","tag-sifat-kayu-meranti","tag-sifat-kayu-merbau","tag-sifat-kayu-pinus","tag-sifat-kayu-sengon"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=538"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3225,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/538\/revisions\/3225"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n<\/strong>Sifat fisik kayu yang dimaksud adalah berat jenis, kelas kuat, kelas awet, dan penyusutan. Sifat mekanik atau keteguhan kayu merupakan salah satu sifat penting yang dapat dipakai untuk menentukan kegunaan suatu jenis kayu. Sifat kimia yang dimaksud adalah komponen utama kayu terdiri dari selulosa, hemiselulosa, lignin, zat ekstraktif, dan abu. Selulosa merupakan bagian terbesar yang terdapat dalam kayu, yaitu berkisar antara 39 \u2013 55 %, kemudian lignin 18 \u2013 33 %, pentosan 21 \u2013 24 %, zat ekstraktif 2 \u2013 6 %, dan abu 0,2 \u2013 2 %.<\/p>\n
\nYang dimaksud berat jenis kayu adalah perbandingan berat dan volume kayu dalam keadaan kering udara dengan kadar air kesetimbangan kayu di sekitar (untuk Indonesia rata-rata 14 %). Nilai berat jenis kayu adalah nilai rata-ratanya, tetapi untuk memperoleh gambaran mengenai variasi berat jenis kayu dalam tiap jenis kayu , di antara tanda kurung dicantumkan juga nilai minimum dan maksimum empiris yang telah dilakukan pengamatan pada kayu tersebut.<\/p>\n
\nBerat jenis kayu Jati ditulis sebagai berikut : 0,67 (0,62 \u2013 0,75)
\nBerat jenis kayu Durian ditulis sebagai berikut : 0,61 (0,63 \u2013 0,66)
\nBerat jenis kayu Keruing ditulis sebagai berikut : 0,90(0,84 \u2013 0,96)<\/p>\n
\n\uf0b7 Ringan, bila berat jenis kayu lebih kecil dari 0,60.
\n\uf0b7 Sedang (agak berat), bila berat jenis antara 0,60 \u2013 0,75
\n\uf0b7 Berat, bila berat jenis antara 0,75 \u2013 0,90.
\n\uf0b7 Sangat berat, bila berat jenis lebih besar dari 0,90.
\n\uf0b7 Terapung, bila berat jenis lebih kecil dari 1.
\n\uf0b7 Melayang, bila berat jenis sama dengan 1.
\n\uf0b7 Tenggelam, bila berat jenis lebih besar dari 1. Berat<\/p>\n
\n<\/strong>Maksud keawetan alami kayu adalah ketahanan kayu terhadap serangan unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur, rayap, bubuk, cacing laut dan mahluk lainnya, yang diukur dengan jangka waktu tahunan. Keawetan kayu tsb disebabkan karena adanya suatu zat di dalam kayu (zat ekstraktif).<\/p>\n
\nTerdapat berbagai macam warna kayu, antara lain warna kuning, keputih-putihan, coklat muda, cokelat tua, kehitam-hitaman, kemerahmerahan dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh zat-zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda. Warna suatu jenis kayu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: tempat di dalam batang, umur pohon, dan kelembaban udara. Sebagai pedoman pada pengenalan kayu yang di pakai adalah warna kayu terasnya.<\/p>\n
\nKayu mempunyai sifat higroskopik, yaitu dpat menyerap atau melepaskan air atau kelembaban. Kelembaban kayu sangat sangat dipengaruhi oleh kelembaban dan suhu udara pada suatu saat. Makin lembap udara di sekitarnya akan makin tinggi pula kelembapan kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya. Kandungan air pada kayu semacam ini dinamakan kandungan air kesetimbangan (EMC = Equilibrium Moiture Content).<\/p>\n
\n<\/strong>Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu. Maksud sel kayu adalah serat-serat kayu. Jadi dapat dikatakan bahwa tekstur ialah ukuran relatif serat-serat kayu. Berdasarkan teksturnya, jenis kayu dapat dibedakan ke dalam tiga golongan, yaitu:
\na. kayu bertekstur halus, misalnya kayu giam, lara, kulim dan lain- lain.
\nb. Kayu bertekstur sedang, misalnya jati, sonokling, dan lain-lain.
\nc. Kayu bertekstur kasar, misalnya kempas, meranti, dan lain-lain.<\/p>\n
\nSerat berkaitan dengan sifat kayu, yang menunjukkan arah umum sel-sel kayu di dalam kayu terhadap sumbu batang pohon. Arah serat dapat ditentukan oleh arah alur-alur yang terdapat pada permukaan kayu. Kayu dikatakan berserat halus, jika arah sel-sel kayunya sejajar dengan sumbu batang. Jika arah sel-sel itu menyimpang atau membentuk sudut terhadap sumbu panjang batang, maka kayu itu dikatakan berserta mencong. Serat mencong dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu serat berpadu, serat berombak, serat terpilin, dan diagonal.<\/p>\n
\nJika batng kayu terdiri dari lapisan-lapisan yang berselang-seling, menyimpang ke kiri dan ke kanan terhadap sumbu batang, dikatakan berserat berpadu. Contohnya adalah kayu kulim, renghas dan kapur.<\/p>\n
\nSerat berombak adalah serat-serat kayuyangmembentuk gambaran berombak. Contohnya adalah kayu renghas dan merbau.<\/p>\n
\nSerat terpilin adalah serat-serat kayu yang membentuk gambaran terpilin (puntiran), seolaholah batang kayu tersebut dipilin mengelilingi sumbu. Contohnya adalah kayu bintangur, kapur dan damar.<\/p>\n
\n<\/strong>Serat diagonal adalah serat yang terdapat pada potongan kayu atau papan , yang digergaji sedemikian rupa sehingga tepinya tidak sejajar arah sumbu, tetapi membentuk sudut dengan sumbu.<\/p>\n
\nPada umumnya terdapat hubungan langsung antara kekerasan kayu dan berat kayu. Kayu-kayu yang keras juga termasuk kayu yang berat. Sebaliknya kayu ringan adalah kayu lunak. Berdasarkan kekerasannya, jenis-jenis kayu dapat digolongkan sebagai berikut.
\n\uf0b7 Kayu sangat keras, contohnya balau dan giam
\n\uf0b7 Kayu keras, contohnya kulim dan pilang
\n\uf0b7 Kayu sedang kekerasannya, contohnya mahoni dan meranti
\n\uf0b7 Kayu lunak, contohnya pinus dan balsa
\nCara menetapkan kekerasan kayu adalah dengan memotong kayu tersebut dengan arah melintang dan mencatat atau menilai kesan perlawanan kayu tsb pada saat pemotongan, serta kilapnya bidang pemotongan yang dihasilkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"