<\/a><\/p>\nDalam psi atau kpc, dimana:
\nG = Pengempaan total (psi,kpc)
\nP = Tekanan spesifik (psi,kpc)
\nJ = Luas total piston pres (\u00b62, dalam in2 atau cm2)
\nPSI = pound per square inch kpc= kg per cm2<\/strong><\/p>\nBesarnya pres total yang diberikan dipengaruhi oleh faktor :
\no Berat jenis finir\/kayu asalnya
\no Ketebalan kayu lapis yang dihasilkan
\nKayu dengan berat jenis lebih tinggi dan ketebalan lapisan yang lebih tebal harus menggunakan tekanan pres total yang lebih tinggi dan waktu pengempaan yang lebih lama pada lembaran finir tersebut. Untuk finir bagian luar, misalnya untuk F\/B tidak dipotong dulu tetapi dikeringkan dulu dalam continues dryer baru kemudian dipotong. Finir core yang diperoleh kemudian dikeringkan dalam kilang pengeringan roll (roll dryer) (110 -175o<\/sup>C,10-25 menit) hingga kadar airnya 5-10 %.<\/p>\nPengeringan finir dapat pula dilakukan sebelum finirnya dipotong,khususnya untuk finir F\/B. Selanjutnya potongan-potongan finir tersebut disortir kualitasnya dengan memperhatikan adanya sobekan-sobekan, lubang-lubang dan lain-lain. Bila perlu diadakan penambalan (penutupan) atau tapping dan penyambungan-penyambungan atau jointing, agar finir menjadi utuh dan baik. Tapping dilakukan dengan menambal menggunakan finir yang sejenis, sedang jointing dapat dilakukan dengan merekatkan dua finir, menyambungkan dengan gumtape atau dengan menjahit (dengan nilon). Hanya jenis finir core dan atau back yang boleh ada sambungan atau tam balan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Proses perekatan biasanya sering memberikan hasil yang tidak memadai atau mengalami kegagalan yang umumnya disebabkan oleh kondisi finir (kadar air dan porositas) dan perekatnya sendiri, disamping proses perekatan tersebut. Kagagalan tersebut adalah : o BGJ = Bleeding Glue Joint, yaitu kegagalan perekatan yang disebabkan karena kelebihan perekat dalam proses perekatan, sehingga perekat menjadi meluap keluar. …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":537,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[615],"tags":[775,780,778,784,779,777,776,783,781,782],"class_list":["post-540","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kayu-sebagai-bahan-furnitur","tag-proses-kayu","tag-proses-kayu-balak","tag-proses-kayu-gaharu","tag-proses-kayu-jadi-batu","tag-proses-kayu-manis","tag-proses-kayu-menjadi-batu","tag-proses-kayu-menjadi-fosil","tag-proses-kayu-menjadi-kursi","tag-proses-kayu-menjadi-papan","tag-proses-kayu-olahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/540","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=540"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3226,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/540\/revisions\/3226"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media\/537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}