<\/a><\/p>\na) Face Veneer<\/strong>
\n\uf0b7 Diameter minimal 45 cm
\n\uf0b7 Log harus lurus, bulat dan silindris
\n\uf0b7 Kayu harus segar
\n\uf0b7 Tidak terdapat cacat kayu
\n\uf0b7 Tidak terdapat mata kayu tidak sehat<\/p>\nb) Core Veneer<\/strong>
\n\uf0b7 Diameter minimal 45 cm
\n\uf0b7 Log minimal 85% silindris
\n\uf0b7 Diperbolehkan adanya bagian yang bengkok asal tidak parabola
\n\uf0b7 Kayu harus segar
\n\uf0b7 Boleh ada cacat kayu berupa mata kayu sehat, lapuk hati (diameternya kurang dari 1\/3 diameter bontos)<\/p>\nc) back Layer
\n<\/strong>\uf0b7 Mutu veneer untuk back layer tidak sebaik dari veneer yang diperuntukkan face layer. Contoh kayu yang dapat digunakan sebagai bahan baku kayu lapis antara lain meranti, kamper, mersawa, mengkulang, gerunggang, mahoni, agathis, trembesi, sengon, mindi dan sebagainya. .Diameter log yang digunakan disarankan di atas 30 cm, tetapi saat ini mesin-mesin yang lebih modern dapat mengolah log dengan diameter yang lebih kecil.<\/p>\nUntuk tujuan sebagai pelapis (fancy-plywood) jenis kayu yang dapat digunakan sedikit berbeda, karena mengutamakan sifat dekoratifnya. Untuk keperluan ini, jenis kayu yang dapat digunakan adalah dari jenis kayu yang mahal dan mempunyai arah serat yang bagus (decorative). Contoh kayu untuk ini antara lain : jati, sonokeling, eboni, rengas, kuku, nyatoh, dan sebagainya. Dalam perkembangannya, berbagai bahan dapat digunakan sebagai pelapis misalnya PVC, logam, formika maupun kertas.<\/p>\n
d) Manfaat \/ Kegunaan Kayu Lapis<\/strong>
\na) Konstruksi bangunan
\n\uf0b7 Paneling: penyekat ruang, pintu, jendela
\n\uf0b7 Bahan pelapis
\n\uf0b7 Lantai
\n\uf0b7 Sidding: dinding
\n\uf0b7 Plyform
\nb) Konstruksi alat-alat transportasi
\n\uf0b7 Pesawat terbang: pelapis dinding bagian dalam
\n\uf0b7 Kereta api: atap, lantai, dinding
\n\uf0b7 Truk dan trailer: body<\/p>\ne) Penggolongan kayu lapis<\/strong>
\nBerdasarkan penggunaannya, kayu lapis dikelompokkan menjadi dua yaitu interior dan eksterior plywood. Youngquis (1999) mengelompokkan kayu lapis menjadi dua bagian yaitu
\n\uf0b7 Kayu lapis konstruksi dan industri
\n\uf0b7 Kayu lapis hardwood dan dekoratif.<\/p>\nBerdasarkan jenis perekat yang dipergunakan, pengelompokan kayu lapis dibedakan menjadi dua (Iswanto, 2008):
\n\uf0b7 Kayu lapis interior yaitu kayu lapis yang penggunaanya di dalam ruangan atau dengan kata lain tidak langsung terekspos oleh kondisi lingkungan luar ruangan, perekat yang dipergunakan adalah perekat interior seperti UF , MF dan MUF .
\n\uf0b7 Kayu lapis eksterior yaitu kayu lapis yang penggunaanya di luar ruangan yang terekspos langsung dengan kondisi luar ruangan, perekat yang dipergunakan adalah perekat eksterior seperti PF.
\nBerdasarkan finir mukanya, kayu lapis dikelompokkan menjadi:
\n\uf0b7 Ordinary plywood yaitu kayu lapis dimana finir mukanya dihasilkan dari proses rotary cutting.
\n\uf0b7 Fancy plywood yaitu kayu lapis dimana finir mukanya terbuat dari kayu-kayu indah dan dihasilkan dari proses slice cutting atau half rotary cutting.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Kayu lapis merupakan produk komposit yang terbuat dari lembaran-lembaran vinir yang direkatkan bersama dengan susunan bersilangan tegak lurus. Kayu lapis termasuk ke dalam salah satu golongan panel struktural, dimana arah penggunaan kayu lapis ini adalah untuk panel-panel struktural. Kayu Lapis atau biasa disebut plywood (tripleks untuk kayu lapis dengan 3 lapisan, dan multipleks untuk kayu …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":563,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[615],"tags":[749,750,752,751,747,748,753],"class_list":["post-567","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kayu-sebagai-bahan-furnitur","tag-definisi-kayu-lapis","tag-manfaat-kayu-lapis","tag-pengertian-dari-kayu-lapis","tag-pengertian-industri-kayu-lapis","tag-pengertian-kayu-lapis","tag-pengertian-kayu-lapis-indah","tag-pengertian-pabrik-kayu-lapis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/567","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=567"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/567\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3216,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/567\/revisions\/3216"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media\/563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=567"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=567"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}