Faktor biologis menyerang kayu karena 2 hal, Yaitu kayu sebagai bahan makanan atau sebagai tempat tinggalnya. Faktor Non Biologis Faktor biologis menyerang kayu karena 2 hal, Yaitu kayu sebagai bahan makanan atau sebagai tempat tinggalnya. (1) Micro Organisme Cendawan dan bakteri kedua-duanya disebut juga mikro organisme dan digolongkan ke dalam 4 bagian berdasarkan sifat perkembangannya di dalam kayu dan bentuk kerusakan yang ditimbulkannya. (2) Cendawan Perusak Kayu Cendawan ini merupakan golongan yang terpenting dari …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[809],"tags":[1099,1105,1101,1104,1098,1102,1103,1106,1100,1097],"class_list":["post-680","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pemeriksaan-bahan-kayu","tag-binatang-perusak-kayu","tag-cacing-laut-perusak-kayu","tag-cendawan-perusak-kayu","tag-faktor-mekanis-perusak-kayu","tag-hama-perusak-kayu","tag-jenis-jamur-perusak-kayu","tag-jenis-serangga-perusak-kayu","tag-jurnal-kumbang-perusak-kayu","tag-mollusca-perusak-kayu","tag-perusak-kayu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3241,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/680\/revisions\/3241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n(1) Micro Organisme<\/strong>
\nCendawan dan bakteri kedua-duanya disebut juga mikro organisme dan digolongkan ke dalam 4 bagian berdasarkan sifat perkembangannya di dalam kayu dan bentuk kerusakan yang ditimbulkannya.
\n(2) Cendawan Perusak Kayu<\/strong>
\nCendawan ini merupakan golongan yang terpenting dari mikro organisme, karena golongan ini merubah fisik maupun kimia kayu.
\n(3) Cendawan Pewarna Kayu<\/strong>
\nCendawan yang tergolong ke dalam pewarna kayu diantaranya terkenal dengan nama blue-stain karena membei bercak-bercak warna biru pada kayu-kayu yang diserangnya. Cendawan ini terdiri dari cendawan-cendawan Ascomycetes dan Deteromycetes yang antara lain ialah : ceratocyctis SPP, Diplodia SPP, dan Graphium SPP. Cendawan-cendawan ini tidak menyerangdinding-dinding sel kayu, yang dimakan adalah bahan-bahan organic yang terdapat pada lumen-lumen sel sehingga diduga bahwa kekuatan fisik kayu-kayu yang diserangnya tidak mengalami perubahan.
\n(4) Cendawan di Permukaan<\/strong>
\nCendawan ini tumbuh hanya di bagian permukaan kayu, jadi mycelium-miceliumnya tidak menembus bagaian dalam kayu.
\n(5) Bakteri<\/strong>
\nBakteri ini tidak memakan kayu, tetapi mempergunakan kayu sebagai tempat tinggal, warna kayu yang diserang tidak mengalami perubahan akan tetapi permeabilitas kayu menjadi lebih baik.
\n(6) Seranga<\/strong>
\nSerangga perusak kayu terutama adalah rayp.Rayap penyerang kayu karena bahan makanan utamanya adalah selulosa kayu. Bentuk kerusakan yang ditimbulkannya disebut kerusakan serang labah, karena yang diserang adalah dinding sel maka kekuatan kayu akan sangatmenurut. Umumnya rayap menyerang kayu-kayu yang lebih dulu telah diserangcendawan-cendawan perusak kayu.
\nDisamping rayap, masih terdapat serangga peusak lainnya seperti bubuk kayu kering dan bubuk basah.
\n(7) Cacing laut<\/strong> (Marine borer)
\nCacing laut adalah perusak kayu yang menyerang kayu-kayu yang digunakan di air asin (laut).<\/p>\n
\n<\/strong>Faktor perusak non biologis adalah semua factor di luar golongan biologis yang dapat menimbulkan kerusakan kayu. Kerusakan-kerusakan ini antara lain disebabkan oleh pengaruh-pengaruh :
\n(1) Kerusakan mekanis yang disebabkan oleh oleh bekerjanya gaya (beban) dari luar terhadap kayu tersebut. Kerusakan mekanis antara lain abrais kayu, contohnya pada bantalan kereta api.
\n(2) Bahan-bahan kimia tediri dari basa, asam atau garam, akan tetapi disbanding besi, kayu secra umum jauh lebih tahan terhadap bahan-bahan kimia
\n(3) Faktor fisis adalah udara, cahaya, air dan api, pengungkapan kayu terhadap udara akan menyebabkankerusakan, sebab kayu mempunyai sifat hygrostropis serta sifat kembang susut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"