Pembakaran keramik juga memiliki dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Keramik adalah peradaban tertua, demikian juga proses pembakarannya. Hingga saat ini masih kita temui tungku-tungku keramik tradisional. Untuk memulai pengenalan pembakaran keramik, amatilah ilustrasi metode pembakaran kuno dan benda keramik kuno berikut: Masalah yang harus dipecahkan manusia dalam kehidupan sehari-hari pada masa lampau adalah perlunya wadah untuk menyimpan bahan makanan dan air. Hal ini terjadi ketika kebutuhan akan bahan makanan dan minuman semakin banyak. Pada masa itu wadah yang digunakan manusia adalah keranjang, padahal keranjang adalah wadah yang tidak kedap air dan tidak dapat menjaga bahan makanan dari hama-hama. Oleh karena itu, wadah yang padat dan kedap air dibutuhkan oleh manusia. Penemuan api<\/strong> Lebih dari itu, manusia mulai menciptakan peralatan-peralatan sehari-hari dari tanah yang dibakar. Mereka melemparkan tanah\/lumpur ke dalam api; sehingga lama-lama terciptalah wadah dari tanah. Mereka mengenal tanah liat dari pengamatan mereka terhadap permukaan tanah yang retak saat musim kering. Tanah liat bersifat menyerap tanah, membuatnya liat\/plastis dan menyusut saat kering. Pembakaran tanah atau lumpur yang menjadi awal dari suatu tahapan penting yang disebut \u2018perubahan keramik\u2019 (ceramics change), yaitu melalui suatu reaksi pembakaran.<\/p>\n Sejak saat itu orang mulai suka melemparkan apa saja ke dalam api. Perilaku ini merupakan bentuk kekaguman manusia pada masa itu terhadap api. Setelah mereka mengenal api mereka mulai melemparkan sesuatu ke perapian. Dengan jalan ini mereka kemudian mengenal proses memasak, yaitu memasak bahanbahan mentah dengan perapian. Setelah itu mereka juga menemukan fenomena bahwa lumpur yang mereka lemparkan ke dalam api ternyata menjadi keras.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Pembakaran keramik juga memiliki dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Keramik adalah peradaban tertua, demikian juga proses pembakarannya. Hingga saat ini masih kita temui tungku-tungku keramik tradisional. Untuk memulai pengenalan pembakaran keramik, amatilah ilustrasi metode pembakaran kuno dan benda keramik kuno berikut: Gambar 1. Metode pembakaran kuno Masalah yang harus dipecahkan manusia dalam kehidupan …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":725,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[905],"tags":[1169,1170,1171,1172,1176,1175,1174,1178,1173,1177],"class_list":["post-726","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah-pembakaran-keramik","tag-pembakaran-keramik","tag-pembakaran-keramik-secara-tradisional","tag-pembakaran-keramik-sederhana","tag-proses-pembakaran-keramik","tag-proses-pembakaran-keramik-lantai","tag-suhu-pembakaran-keramik","tag-teknik-pembakaran-keramik","tag-tempat-pembakaran-keramik","tag-tungku-pembakaran-keramik","tag-waktu-pembakaran-keramik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/726","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=726"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/726\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3263,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/726\/revisions\/3263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media\/725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=726"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=726"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=726"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n
<\/a>
\nGambar 1. Metode pembakaran kuno<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 3. Kehidupan suku primitif yang mengandalkan alam<\/p>\n
\nPenemuan api merupakan lompatan sangat besar pada sejarah peradaban manusia. Api sangat berguna untuk menghangatkan badan, melunakkan makanan, menjadikan makanan aman untuk dimakan, menjauhkan pemangsa, dan mengubah bahan-bahan ketika dikenai api. Sebelum ditemukannya api, manusia meramu (mengumpulkan bahan-bahan makanan) untuk kemudian dimakan dalam keadaan mentah. Dengan ditemukannya api, manusia mulai memasak bahan makanannya.
\n
<\/a>
\nGambar 4. Orang jaman primitif memerlukan wadah yang kedap air dan aman dari hama.<\/p>\n