Pembakaran adalah suatu reaksi yang cepat antara oksigen dengan bahan bakar yang menghasilkan panas sebagai akibat reaksi kimia antara bahan bakar dan oksigen. Oksigen yang berasal dari udara mempunyai bagian volume sebesar 21%, nitrogen 78%, dan molekul-molekul gas lainnya 1%. Beberapa faktor yang akan sangat menentukan keberhasilan proses pembakaran antara lain:
\na. Jenis tungku pembakaran.
\nb. Kompor pembakar.
\nc. Cara pengoperasian, dan
\nd. Bahan bakar.<\/p>\n
Perubahan pertama yang terjadi pada tanah liat ketika dibakar ialah hilangnya air bebas. Khusus untuk tanah liat sekunder akan diikuti oleh terbakarnya bahan-bahan organik lain, seperti humus, daun, dan ranting yang terdapat di dalam tanah liat. Pada perubahan selanjutnya kandungan air kimia akan hilang. Tanah liat primer dan sekunder mengandung silika bebas dalam bentuk pasir, kwarsa, flint, dan kristal. Silika adalah subyek untuk mengubah bentuk dan volume tanah liat pada suhu tertentu.<\/p>\n
Beberapa perubahan bersifat tetap (konversi) dan yang lain bersifat dapat berubah kembali (inversi). Agar tanah liat dapat berubah menjadi keramik harus melalui proses pembakaran dengan suhu melebihi 600\u00baC. Setelah melalui suhu tersebut tanah liat akan mengalami perubahan menjadi suatu mineral yang padat, keras, dan permanen. Perubahan ini disebut ceramic change atau perubahan keramik yang terjadi pada suhu 573o<\/sup>C.<\/p>\n Tanah liat yang dibakar kurang dari 600o<\/sup>C belum memiliki kematangan secara tepat walaupun sudah mengalami perubahan keramik. Kematangan tanah liat atau vitrifikasi adalah kondisi keramik yang telah mencapai suhu kematangan secara tepat tanpa mengalami perubahan bentuk. Pada pembakaran di bawah suhu 800o<\/sup>C, mineral silika bebas seperti mineral karbonat akan berubah pula. Hal ini merupakan akibat dari terbakarnya semua unsur karbon, disebut dengan proses kalsinasi.<\/p>\n Perubahan fisika terjadi di atas suhu 800o<\/sup>C, yaitu pada saat bahan-bahan alkali bertindak sebagai \u2018flux\u2019 atas silika dan alumina yang membentuk sebuah jaringan kristal (mulia) dan gelas yang mengikat bahan-bahan yang tidak dapat dilarutkan menjadi suatu massa yang kuat (pembakaran biskuit). Saat tanah liat dibakar pada suhu 1300o<\/sup>C, beberapa perubahan akan terjadi, misalnya badan menjadi lebih keras ketika mendingin dan menjadi kedap air.<\/p>\n Tanah liat tersebut telah mengalami proses \u2018vitrifikasi\u2019, artinya sebagian besar material, khususnya silika telah menggelas, memasuki pori-pori, dan mengikat semua partikel tanah liat dengan membentuk ikatan yang dikenal dengan ikatan \u2018alumina silika hidroksida\u2019. Proses vitrifikasi ini dapat disertai dengan penyusutan volume yang menunjukkan bahwa, semakin tinggi suhu bakar semakin besar penyusutan tetapi semakin rendah porositasnya.<\/p>\n