Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":924,"date":"2024-07-03T05:29:12","date_gmt":"2024-07-02T22:29:12","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/seni\/?p=924"},"modified":"2024-07-02T12:02:06","modified_gmt":"2024-07-02T05:02:06","slug":"pembakaran-tunggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/pembakaran-tunggal\/","title":{"rendered":"Pembakaran Tunggal"},"content":{"rendered":"

Pembakaran ini berkaitan dengan pembakaran glasir. Ada dua cara untuk melapisi benda keramik dengan glasir. Pertama, glasir dilapiskan pada benda keramik yang sudah dibakar biskuit dan dibakar kembali untuk mematangkan glasir dan biskuitnya. Kedua, glasir dilapiskan pada benda mentah (belum dibakar), artinya pematangan glasir sekaligus dilaksanakan bersama dengan pematangan tanah liat. Cara kedua ini disebut dengan pembakaran tunggal (single firing).<\/p>\n

Bahan glasir yang digunakan adalah bahanbahan glasir temperatur rendah atau temperatur menengah. Suhu bahan glasir disesuaikan dengan suhu matang tanah liat yang melapisi. Pada prinsipnya, bahan glasir untuk benda yang telah dibakar biskuit dengan benda mentah (belum dibakar) sama. Faktor yang lebih esensi adalah bahwa glasir harus melekat dengan baik pada badan benda tanpa mengelupas. Pengglasiran pertama dilakukan pada bagian dalam benda, dan selanjutnya bagian luar.<\/p>\n

Pengglasiran dilakukan dengan cepat, dan hati-hati pada waktu mengangkat\/memegang, harus dilakukan dengan hati-hati sebab kekuatan benda mentah sangat tergantung pada kekuatan tanah liat. Seringkali terjadi keretakan\/pecah begitu proses pengglasiran selesai.<\/p>\n

a. Proses Pembakaran Tunggal<\/strong>
\nPada prinsipnya proses pembakaran tunggal sama dengan proses pembakaran biskuit. Sedangkan prinsip penyusunan benda mentah berglasir sama dengan cara menyusun benda biskuit berglasir. Pembakaran awal harus dilakukan dengan sangat hati-hati, dan dilaksanakan sama seperti pada tahaptahap pembakaran biskuit. Selama pembakaran diperlukan lubang-lubang ventilasi secukupnya untuk memberi jalan keluar bagi gas hidrokarbon dari badan benda.<\/p>\n

Pembakaran tunggal merupakan pembakaran kombinasi antara pembakaran biskuit dan pembakaran glasir, sehingga memerlukan waktu yang lama, apabila dibandingkan dengan hanya pembakaran biskuit. Interaksi antara badan dan glasir akan menjadi lebih besar dibandingkan pengglasiran pada benda biskuit, karena badan keramik akan banyak menyerap glasir.<\/p>\n

b. Keuntungan dan Kerugian<\/strong>
\nKeuntungan pembakaran tunggal adalah:<\/u>
\n1) Efisien dari segi penggunaan bahan bakar, baik dengan bahan bakar minyak, gas atau energi listrik.
\n2) Biaya operasional dapat ditekan, sangat berbeda bila dilakukan dengan pembakaran dua kali.
\n3) Tungku cenderung lebih awet.<\/p>\n

Kerugian pembakaran tunggal adalah:<\/u>
\n1) Bila benda mentah berglasir tidak dibakar sesuai prosedur, maka gas terlepas dengan sempurna, gas tadi dapat menguap dan menembus\/membelah lapisan glasir. Bila ini terjadi akan timbul belang-belang yang disebut crawling.
\n2) Bila pada pembakaran awal bendanya pecah, dan pecahan menyebar di sekelilingnya, maka pecahan akan menempel pada benda lain ketika glasir telah menjadi matang.
\n3) Kerusakan yang disebabkan teknik single firing adalah: glasir meloncat, badan menggelembung, dan terdapat gelembung-gelembung udara di dalam glasir.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Pembakaran ini berkaitan dengan pembakaran glasir. Ada dua cara untuk melapisi benda keramik dengan glasir. Pertama, glasir dilapiskan pada benda keramik yang sudah dibakar biskuit dan dibakar kembali untuk mematangkan glasir dan biskuitnya. Kedua, glasir dilapiskan pada benda mentah (belum dibakar), artinya pematangan glasir sekaligus dilaksanakan bersama dengan pematangan tanah liat. Cara kedua ini disebut …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1190],"tags":[1468,1467,1469],"class_list":["post-924","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-proses-pembakaran-keramik","tag-langkah-awal-pembakaran-gerabah","tag-pembakaran-awal","tag-wujud-awal-pembakaran-lilin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=924"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3337,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/924\/revisions\/3337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/seni\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}