Merupakan serangkaian pipa yang saling tersambung mulai dari terhubung dengan swivel sampai dengan mata bor. Adapun fungsi dari rangkaianpengeboran (drill stem) antara lain :
\n– Menurunkan dan menaikkan mata bor.
\n– Memberikan beban pada mata bor untuk penembusan\/pemecahan batuan.
\n– Menyalurkan dan meneruskan gaya putar ke mata bor.
\n– Menyalurkan lumpur bor (cairan pemboran) bertekanan tinggike mata bor.<\/p>\n
Peralatan-peralatan yang termasuk rangkaianpengeboran (drill stem)terdiri dari : Kelly (pipa segi), Upper kelly cock dan lower kelly cock, Kelly saver sub ( sambungan penghemat pipa segi ), Drill pipe, Drill collar, Spesialized down hole tools.<\/p>\n
a. Kelly<\/strong>, merupakan rangkaian pipa bor yang berbentuk irisan segiempat, segitiga, dan segienam. Kelly ini dapat dimasukkan ke dalam Kelly bushing. Jika tidak dipergunakan, misal pada saat mencabut string, maka Kelly dapat dimasukkan dalam rat-hole di lantai bor. Kelly merupakan bagian tunggal yang paling panjang di antarabagian batang bor. Panjangnya total sekitar 40 ft, tapi ada juga yang 43, 46, dan 54 ft. Kelly harus lebih panjang dari setiap satu single pipa bor (yang kira \u2013 kira 30 ft panjangnya) karena pada waktu penambahan joint (Batangan) pipa bor, kita harus menaikan pipa ini sampai tingginya mencapai sebagian dari Kelly, di atas pemutar.<\/p>\n Hal ini untuk menyediakan cukup tempat untuk mengebor ke bawah pipa yang baru tersebut. b. Upper Kelly Cock<\/strong> c. Lower Kelly Cock<\/strong> d. Kelly saver sub<\/strong> ditempatkan diantara kelly dan drillstring, Sub ini digunakan untuk memperpanjang umur kelly sehingga menghindari ulir bagian bawah cepat aus\/rusak. Saver sub ini memberikan sambungan antara pin end dari kelly dengan box end pada drillstring, sub ini dikorbankan agar cepat rusak. e. Drillpipe<\/strong>, merupakan bagian rangkaian pipa bor yang terpanjang untuk mencapai kedalaman lubang bor yang diinginkan. Fungsi utama drill pipe adalah untuk : f. Heavy Weight Drill Pipe<\/strong> dikembangkan sejak tahun 1960, adalah merupakan pipa yang menyerupai drill pipe, berdinding lebih tebal dan lebih berat. Fungsi HW DP adalah : g. Drill Collar<\/strong>, berbentuk seperti DP, tetapi diameter dalamnya lebih kecil dan diameter luarnya sama dengan diameter luar \u201ctool joint\u201d DP. Sehingga dinding DC lebih tebal dari pada DP. Drill Collar ditempatkan pada rangkaian pipa bor bagian bawah di atas mata bor. Fungsi utama dari drill collar : Perbedaan antara Drill pipe dengan Drill collar : perbedaan pokoknya terletak pada ukuran, berat, dan strength. Pada gambar terlihat drill collar tidak mempunyai tool joint, karena drill collar dindingnya tebal sehingga ulir cukup dibuat pada dindingnya sendiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Merupakan serangkaian pipa yang saling tersambung mulai dari terhubung dengan swivel sampai dengan mata bor. Adapun fungsi dari rangkaianpengeboran (drill stem) antara lain : – Menurunkan dan menaikkan mata bor. – Memberikan beban pada mata bor untuk penembusan\/pemecahan batuan. – Menyalurkan dan meneruskan gaya putar ke mata bor. – Menyalurkan lumpur bor (cairan pemboran) bertekanan …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1118,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1414],"tags":[1675,1673,1672,1667,1668,1670,1669,1674,1676,1677,1665,1666,1671],"class_list":["post-1119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-operasi-pengeboran","tag-rangkaian-acara-waisak-borobudur","tag-rangkaian-acara-waisak-borobudur-2013","tag-rangkaian-alat-bor","tag-rangkaian-bor","tag-rangkaian-bor-listrik","tag-rangkaian-bor-pcb","tag-rangkaian-bor-tangan","tag-rangkaian-bunga-baby-born","tag-rangkaian-mesin-bor","tag-rangkaian-mesin-bor-sumur","tag-rangkaian-pengeboran","tag-rangkaian-pengeboran-minyak","tag-rangkaian-pipa-bor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1119"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3427,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1119\/revisions\/3427"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n
<\/a>
\nGambar 4.24. Kelly<\/p>\n
\nMerupakan suatu valve yang dipasang antara swivel dan Kelly. Fungsi utamanya (pada saat tertutup) adalah untuk menjaga agar tidak terjadi tekanan dari lubang bor yang bertekanan tinggi.<\/p>\n
\nAdalah suatu keran yang terletak diantara kelly dan kelly saver sub, tugas utamanya untuk menutup lubang dalam pipa agar tidak ada semburan dari dalam pipa bila ada tekanan dari sumur atau dapat pula untuk menahan lumpur dari kelly sewaktu melaksanakan penyambungan, sehingga terhindar lumpur tumpah tercecer.<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 4.25. Perlengkapan Kelly<\/p>\n
\n– Menghubungkan Kelly dengan drill collar dan mata bor di dasar lubang bor.
\n– Memberikan rangkaian panjang pipa bor, sehingga dapat menembus formasi yang lebih dalam.
\n– Memungkinkan naik-turunnya mata bor.
\n– Meneruskan putaran dari meja putar ke meja bor.
\n– Meneruskan aliran lumpur bor dari swivel ke mata bor.
\n
<\/a>
\nGambar 4.26. Drill Pipe<\/p>\n
\n– Sebagai rangkaian transisi antara drill pipe dan drill collar.
\n– Sebagai pemberat yang fleksibel pada rangkaian pemboran berarah(directional drilling)
\n– Sebagai rangkaian pemberat pada rig kecil untuk mengebor lubang yang relatif kecil diameternya.
\n
<\/a>
\nGambar 4.27. Heavy Weight Drill Pipe<\/p>\n
\n– Sebagai pemberat (Weight On Bit = WOB), sehingga rangkaian pipa bor dalam keadaan tetap tegang pada saat pengeboran berlangsung, sehingga tidak terjadi pembelokan lubang.
\n– Membuat agar putaran rangkaian pipa bor stabil.
\n– Memperkuat bagian bawah dari rangkaian pipa bor agar mampu menahan puntiran.
\n
<\/a>
\nGambar 4.28. Drill Collar<\/p>\n