Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php:7) in /home/tneutron/public_html/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1902
{"id":1371,"date":"2024-12-10T02:34:05","date_gmt":"2024-12-09T19:34:05","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/?p=1371"},"modified":"2024-12-06T13:37:57","modified_gmt":"2024-12-06T06:37:57","slug":"perencanaan-saluran-drainase","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perencanaan-saluran-drainase\/","title":{"rendered":"Perencanaan Saluran Drainase"},"content":{"rendered":"

Drainase lapang (field drainage) adalah suatu sistem yang menerima air lebih langsung dari lahan pertanian dan menyalurkannya ke sistem drainase utama yang membuang air dari areal lahan pertanian. Sistem drainase utama harus memberikan suatu outlet yang bebas dan dapat diandalkan untuk pengeluaran air dari drainase lapang. Dalam suatu sistem drainase bawah tanah dapat dibedakan 3 kategori drainase yakni lateral, kolektor, dan drainase utama.<\/p>\n

Lateral biasa disebut juga drainase lapang atau farm drains atau suction drains yang berfungsi untuk mengendalikan fluktuasi kedalaman air tanah di lahan pertanian, juga berfungsi sebagai pengumpul aliran permukaan. Dari lateral air mengalir ke kolektor yang mengangkutnya ke saluran drainase utama. Sistem drainase lapang dapat terdiri dari (a) drainase terbuka dengan parit, (b) drainase mole, yakni berupa lubang bawah tanah, (c) drainase pipa, baik yang terbuat dari tanah liat, beton, atau pipa plastik yang ditanam di bawah tanah.<\/p>\n

Jika pipa-pipa lateral berakhir pada saluran kolektor, maka sistem tersebut disebut sebagai sistem drainase pipa singular. Jika pipa kolektor juga terbuat dari pipa, maka sistem tersebut disebut sistem drainase pipa komposit.
\na. Drainase Parit<\/strong>
\nDibandingkan dengan sistem drainase pipa, drainase parit mempunyai beberapa keuntungan dan kerugian. Beberapa keuntungannya adalah (1) membuang air tanah, (2) membuang air permukaan, (3) kemiringan saluran untuk mengalirkan air biasanya lebih kecil daripada kemiringan yang diperlukan pada drainase pipa. Umumnya untuk parit kemiringannya adalah sekitar 0,01 %, sedangkan untuk pipa sekitar 0,1 %, (4) memudahkan pengawasan dan pemeliharaan.<\/p>\n

Beberapa kerugian sistem drainase parit adalah (1) pengurangan luas lahan yang diusahakan untuk pertanian karena adanya parit, (2) pertumbuhan gulma dan pengendapan menyebabkan mahalnya biaya pemeliharaan, (3) lahan yang terpisah dengan adanya parit-parit akan menyebabkan sukarnya pengoperasian alat-alat mekanis. Umumnya di daerah datar, sistem drainase menggunakan pipa sebagai lateral dan parit sebagai kolektor.<\/p>\n

Sedangkan di daerah berlereng seluruh sistem drainase lapang baik lateral maupun kolektor terbuat dari pipa yang dikenal dengan istilah sistem drainase pipa komposit. Akan tetapi dalam situasi berikut ini biasanya parit lebih sesuai untuk digunakan sebagai lateral, yaitu :<\/p>\n

1) Jika muka air tanah dapat dikendalikan dengan jarak lateral yang cukup lebar, sehingga petakan lahan yang terbentuk cukup luas tidak mengurangi efisiensi pemakaian alat mekanis. Situasi ini kemungkinan dapat terjadi pada tanah dengan daya infiltrasi tinggi.
\n2) Jika sistem drainase harus juga mampu mengangkut air permukaan, misalnya pada tanah dengan laju infiltrasi rendah atau di daerah dengan intensitas hujan yang tinggi. Apabila diinginkan percepatan proses pematangan pada tanah alluvial yang baru direklamasi.
\n3) Jika hanya diinginkan muka air tanah yang dangkal, misalnya untuk padang rumput atau tanah gambut.<\/p>\n

b. Ukuran Parit Drainase<\/strong>
\nJika sistem drainase yang digunakan adalah parit lateral, maka perhitungan jarak dan kedalaman harus dipertimbangkan. Untuk kolektor, jarak parit ditentukan oleh ukuran lahan atau panjang maksimum pipa drainase. Pada lahan datar dengan sistem pipa drainase singular, jarak parit biasanya antara 200-500 m. Elevasi muka air di parit kolektor harus dipertahankan pada suatu kedalaman di bawah lubang pengeluaran dari pipa drainase (lateral).<\/p>\n

Perhitungan dimensi parit mengikuti rancangan saluran tidak berlapis dengan mengetahui parameter seperti, (1) elevasi muka air yang diinginkan, (2) kapasitas debit, dan (3) jenis tanah. Kadang-kadang perhitungan dimensi parit menghasilkan suatu dimensi yang terlalu kecil sehingga dari segi konstruksi dan pemeliharaan sulit dikerjakan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"

Drainase lapang (field drainage) adalah suatu sistem yang menerima air lebih langsung dari lahan pertanian dan menyalurkannya ke sistem drainase utama yang membuang air dari areal lahan pertanian. Sistem drainase utama harus memberikan suatu outlet yang bebas dan dapat diandalkan untuk pengeluaran air dari drainase lapang. Dalam suatu sistem drainase bawah tanah dapat dibedakan 3 …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1866],"tags":[1908,1913,1910,1912,1911,1909,1914,1918,1915,1916,1917],"class_list":["post-1371","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sistem-drainase-pertanian","tag-perencanaan-saluran","tag-perencanaan-saluran-distribusi","tag-perencanaan-saluran-drainase","tag-perencanaan-saluran-drainase-jalan","tag-perencanaan-saluran-drainase-perkotaan","tag-perencanaan-saluran-irigasi","tag-perencanaan-saluran-pemasaran","tag-perencanaan-saluran-pembawa","tag-perencanaan-saluran-tersier","tag-perencanaan-saluran-tertutup","tag-perencanaan-saluran-transmisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1371"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3462,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1371\/revisions\/3462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}