<\/a>
\nGambar 44. Sistem pemompaan dimana sumber air di bawah pusat pompa keluar secara gravitasi<\/p>\ne. Total Tinggi Isap (Total Suction Lift)
\n<\/strong>Jumlah dari tinggi isap statik dengan semua kehilangan energi pada pipa isap (pipa, saringan dan klep kaki) ditambah dengan velocity head pada pipa isap.<\/p>\nf. Tinggi Tekan Statik (Static Discharge Head)<\/strong>
\nTinggi tekan static adalah jarak vertikal dari poros pompa ke elevasi muka air yang keluar dari pompa lihat Gambar 9.3.
\n– Total Head tekan (Total Discharge Head)<\/strong>
\nTotal head tekan adalah jumlah tinggi tekan statik dengan semua kehilangan energi pada pipa tekan berupa pipa dan smabungan ditambah velocity head dan pressure head.<\/p>\n– Total Head<\/strong>
\nTotal head tekanan atau energi yang harus diberikan pompa pada air yang besarnya merupakan penjumlahan dari total head tekan dengan total suction lift.<\/p>\n– Total Head Statik<\/strong>
\nTotal head statik adalah jarak vertikal dari muka air pada pipa isap ke muka air keluar.<\/p>\n– Head Gesekan (Friction Head)
\n<\/strong>Friction head adalah head ekuivalen dinyatakan dalam meter kolom air untuk menanggulangi gesekan aliran dalam pipa.<\/p>\n– Head Tekanan (Pressure Head)<\/strong>
\nPressure head adalah tekanan dinyatakan dalam meter kolom air dalam ruang tertutup dimana pompa mengisap atau menekan air (Hp = \uf020\uf072\/g).<\/p>\n– Head Kecepatan (Velocity Head)<\/strong>
\nHead kecepatan (Velocity head) adalah tekanan air yang dinyatakan dalam meter kolom air yang diperlukan untuk menghasilkan kecepatan aliran. (Hv= v2\/2g)
\nMaksimum tinggi isap pompa (maximum practical suction lift). Untuk opersional pompa sentrifugal tanpa cavitasi, tinggi isap ditambah dengan semua kehilangan lainnya harus lebih kecil dari tekanan atmosfir teoritis.<\/p>\nMaksimum tinggi isap dihitung dengan persamaan:
\nHs = Ha – Hf – es – NPSH – Fs<\/strong>
\ndimana:
\nHs = adalah maksimum tinggi isap, atau jarak dari pusat pompa ke muka air (meter)
\nHa = tekanan atmosfir pada permukaan air (meter atau 10,33 m pada permukaan laut);
\nHf = kehilangan karena gesekan pada saringan, pipa, sambungan dan klep pada pipa isap (m);
\nes = tekanan uap air jenuh (m);
\nNPSH = net positive suction head pompa termasuk kehilangan di sudu-sudu dan velocity head (m);
\nFs = Faktor pengaman (biasanya diambil sekitar 0,6 m)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"a. Tekanan atmosfir Tekanan atmosfer adalah tekanan udara pada titik manapun di atmosfer bumi. Tekanan udara pada setiap lapisan mempersentasikan total massa dari udara diatas level tersebut. Tekanan udara berkurang sesuai ketinggian. Meskipun udara kelihatannya ringan, jika mempunyai kolom udara yang besar pada permukaan bumi akan menghasilkan tekanan sekitar 100 kN\/m2 atau ekivalen dengan 1 …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1826,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2410],"tags":[1169,1168,1170,2456,2454,2455,1167],"class_list":["post-1827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pompa-irigasi","tag-alat-ukur-irigasi","tag-bangunan-ukur-irigasi","tag-jenis-bangunan-ukur-irigasi","tag-kalibrasi-alat-ukur-irigasi","tag-macam-bangunan-ukur-irigasi","tag-sekat-ukur-irigasi","tag-ukur-irigasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1827"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3390,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1827\/revisions\/3390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1826"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}