Pada pompa kerja positif kenaikan tekanan cairan di dalam pompa disebabkan oleh pengecilan volume ruangan yang ditempati cairan tersebut. Adanya elemen yang bergerak dalam ruangan tersebut menyebabkan volume ruangan akan membesar atau mengecil sesuai dengan gerakan elemen tersebut. Secara umum pompa kerja positif diklasifikasikan menjadi :<\/p>\n
a. Pompa Piston<\/strong> Prinsip kerjanya adalah torak melakukan gerakan isap terbuka dan katup tekan tertutup. Sedangkan pada saat torak mulai melakukan gerakan tekan, katup isap tertutup dan katup tekan terbuka. Kemudian fluida yang tadinya terisap dibuang pada katup tekan. Pompa ini biasa digunakan untuk memenuhi head tinggi dengan kapasitas rendah. Dalam aplikasinya pompa torak banyak digunakan untuk pemenuhan tenaga hidrolik. b. Pompa Roda Gigi<\/strong> c. Pompa rado gigi luar<\/strong> d. Pompa roda gigi dalam<\/strong> Pompa vane, rotornya berupa elemen berputar yang dipasang eksentrik dengan rumah pompa. Pada sekeliling rotor terdapat alur yang diisi bilah-bilah sudu yang dapat bergerak bebas. Ketika rotor diputar, sudu-sudu bergerak dalam arah radial akibat gaya sentrifugal, sehingga salah satu ujung sudu selalu kontak dengan permukaan dalam rumah pompa membentuk sekat-sekat ruangan di dalam pompa. Pada pompa kerja positif kenaikan tekanan cairan di dalam pompa disebabkan oleh pengecilan volume ruangan yang ditempati cairan tersebut. Adanya elemen yang bergerak dalam ruangan tersebut menyebabkan volume ruangan akan membesar atau mengecil sesuai dengan gerakan elemen tersebut. Secara umum pompa kerja positif diklasifikasikan menjadi : a. Pompa Piston Prinsip kerja dari pompa ini adalah …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1842,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2410],"tags":[2442,2447,2443,2441,2444,2445,2446,2438,2440,2439],"class_list":["post-1843","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pompa-irigasi","tag-jenis-pompa-positif-displacement","tag-pengertian-pompa-positif","tag-pompa-kerja-positif-adalah","tag-pompa-non-positif","tag-pompa-pemindah-non-positif","tag-pompa-perpindahan-positif","tag-pompa-perpindahan-positif-adalah","tag-pompa-positif","tag-pompa-positif-dan-negatif","tag-pompa-positif-displacement"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1843"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3392,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1843\/revisions\/3392"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\nPrinsip kerja dari pompa ini adalah sebagai berikut berputarnya selubung putar akan menyebabkan piston bergerak naik-turun. Air terhisap ke dalam silinder dan kemudian diputar ke saluran buang akibat gerakan turun-naiknya piston. Bertemunya rongga silindris piston pada selubung putar dengan saluran isap dan tekan yang terdapat pada alat berkatup. Pompa ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head yang sangat tinggi dengan kapasitas aliran rendah. Dalam aplikasinya pompa piston banyak digunakan untuk keperluan pemenuhan tenaga hidrolik pesawat angkat.<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 45. Pompa Piston<\/p>\n
\nPrinsip kerjanya adalah berputarnya dua buah roda gigi berpasangan yang terletak antara rumah pompa dan menghisap serta menekan fluida yang mengisi ruangan antar roda gigi yang dibatasi oleh gigi dan rumah pompa. Zat cair yang dihisap ditekan ke sisi buang akibat terisinya ruang antara roda gigi pasangannya. Pompa ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan head tinggi dengan kapasitas aliran sangat rendah. Dalam aplikasinya, pompa ini digunakan untuk pelumas.
\n
<\/a>
\nGambar 46. Pompa Roda Gigi<\/p>\n
\nPada pompa roda gigi luar, rotornya berupa sepasang roda gigi yang berputar di dalam rumah pompa. Roda gigi itu dapat berupa gigi heliks-tunggal, heliks-ganda atau gigi lurus.
\n
<\/a>
\nGambar 47. Pompa roda gigi luar<\/p>\n
\nPompa roda gigi dalam mempunyai rotor yang berupa roda gigi dalam yang berpasangan dengan roda gigi luar yang bebas (idler).
\n
<\/a>
\nGambar 48. Pompa roda gigi dalam<\/p>\n
\n
<\/a>
\nGambar 49. Pompa vane<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"