b. Mengenal Cara Mengatasi Kebakaran<\/strong>
\nSifat panik dan bingung adalah suatu hal yang sering terjadi pada manusia pada saat menghadapi suatu bahaya secara tiba-tiba. Dalam menghadapi suatu kebakaran hal ini sering pula terjadi. Oleh karena itu dituntut kepada kita khususnya yang bekerja di bengkel atau industri dapat mengenal hal-hal sebagai berikut:
\n1) Mengetahui semua tempat pemadam kebakaran
\n2) Tempat alarm terpasang serta cara membunyikannya.
\n3) Tempat menyimpan alat pemadam kebakaran.
\n\uf0b7 Alat Pemadam Kebakaran harus ditempatkan pada tempat yang tidak terlindung, mudah dicapai dan dekat pekerjaan yang dapat menimbulkan kebakaran.
\n\uf0b7 Penempatan alat pemadam kebakaran harus dijaga terhadap keadaan temperatur. Jangan terlalu panas dan jangan terlalu dingin.
\n4) Dapat menggunakan alat pemadam kebakaran, yang cara penggunaannya dapat dibaca pada kartu petunjuk penggunaannya
\n5) Mengetahui pintu keluar untuk menyelamatkan diri jika terjadi peristiwa kebakaran yang tidak dapat dicegah lagi.<\/p>\nDan bila terjadi kebakaran maka ada 6 langkah yang anda harus ikuti:
\na) Segera membunyikan alarm atau tanda bahaya yang dimiliki.
\nb) Menelpon petugas pemadam kebakaran.
\nc) Memberitahukan kepada semua orang untuk meninggalkan tempat kerja.
\nd) Memadamkan kebakaran dengan bahan pemadam api.
\ne) Tinggalkan tempat kebakaran bila tidak dapat diatasi.
\nf) Jangan mencoba masuk kembali ke tempat yang terbakar<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Peristiwa kebakaran adalah peristiwa yang paling menakutkan. Kebakaran dapat menimbulkan kehilangan harta benda, kematian dan kecelakaan. Kebakaran merupakan satu peristiwa yang tidak terjadi begitu saja, sudah pasti ada penyebabnya. Pada jaman yang serba modern ini orang sudah banyak mengenal alat pemadam yang serba mutakhir, namun kejadian kebakaran itu masih saja terjadi. Siapa sumber kecelakaan kebakaran …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":294,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[174],"tags":[175,180,181,182,183,184,176,179,185,177,178],"class_list":["post-298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keselamatan-dan-kesehatan-kerja","tag-kebakaran-akibat","tag-kebakaran-akibat-arus-pendek","tag-kebakaran-akibat-bahan-kimia","tag-kebakaran-akibat-gas-elpiji","tag-kebakaran-akibat-gempa-bumi","tag-kebakaran-akibat-konsleting-listrik","tag-kebakaran-akibat-korsleting-listrik","tag-kebakaran-akibat-petasan","tag-kebakaran-akibat-petir","tag-kebakaran-akibat-puntung-rokok","tag-kebakaran-akibat-ulah-manusia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=298"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3557,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/298\/revisions\/3557"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media\/294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}