Salah satu kegunaan pengukuran tanah adalah untuk membuat peta. Peta adalah gambar dari permukaan bumi, yang dilihat secara vertikal dari atas pada suatu bidang datar. Gambar dalam peta mencakup atau memuat segala sesuatu yang terlihat pada permukaan bumi dan memuat segala sesuatu yang diperlukan untuk pembuatan peta. Dalam menggambar permukaan bumi yang disebut peta, harus digunakan skala proyeksi tertentu.<\/p>\n
Dengan adanya benda-benda alam dan benda-benda buatan manusia di atas permukaan bumi yang harus digambar, maka perlu dibuat tanda-tanda gambar agar dapat membedakan antara benda satu dengan benda lainnya. Tanda-tanda gambar itu disebut legenda. Pembuatan peta harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
\n1. Mempunyai skala.
\n2. Memakai sistem proyeksi.
\n3. Mempunyai legenda.
\n4. Mempunyai tulisan untuk keterangan yang lengkap.<\/p>\n
Macam-Macam Peta<\/strong> 2. Peta Teknik<\/strong> 3. Peta Topografi<\/strong> 4. Peta Hidrografi<\/strong> 5. Peta Khusus 6. Peta Dunia Skala Peta<\/strong> a. Jenis Peta Berdasar Skalanya b. Cara Menggambar dengan Skala<\/strong> Salah satu kegunaan pengukuran tanah adalah untuk membuat peta. Peta adalah gambar dari permukaan bumi, yang dilihat secara vertikal dari atas pada suatu bidang datar. Gambar dalam peta mencakup atau memuat segala sesuatu yang terlihat pada permukaan bumi dan memuat segala sesuatu yang diperlukan untuk pembuatan peta. Dalam menggambar permukaan bumi yang disebut peta, harus …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[553],"tags":[593,598,596,595,602,594,599,597,600,601],"class_list":["post-417","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-ukur-tanah","tag-pengukuran-tanah","tag-pengukuran-tanah-bangunan","tag-pengukuran-tanah-bpn","tag-pengukuran-tanah-dengan-gps","tag-pengukuran-tanah-dengan-theodolit","tag-pengukuran-tanah-oleh-bpn","tag-pengukuran-tanah-pdf","tag-pengukuran-tanah-perkebunan","tag-pengukuran-tanah-ulang","tag-pengukuran-tanah-untuk-sertifikat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3325,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417\/revisions\/3325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\n1. Peta Agraria<\/strong>
\nPeta agraria dibuat dan diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau kotamadya dengan ukuran yang besar skala biasanya 1:1.000 atau 1:500.
\nDi atas peta ini dapat dilihat keadaan tiap-tiap persil dengan bangunannya; digunakan untuk pajak tanah dan pekerjaan teknis.<\/p>\n
\nPeta teknik dibuat secara khusus dalam perencanaan untuk pekerjaan teknik, untuk perencanaan dan pembuatan gedung, jalan raya, jalan kereta api, irigasi, jembatan, dan keperluan lain untuk pembangunan.
\nSkalanya disesuaikan dengan besar kecilnya pekerjaan yang akan dilaksanakan<\/p>\n
\nArti dari topografi ialah penjelasan lapangan secara tertulis. Jadi, peta topografi adalah peta yang lengkap menggambarkan daerah dengan detail-detail yang lengkap, mefnpunyai ketentuan-ketentuan internasional; umpamanya proyeksi yang dipakai ialah proyeksi Polyder berdasarkan garis-garis lintang dan meridian. Skala peta yang dipakai 1:50.000 dan 1:35.000 besamya tiap-tiap peta yaitu 20 x 20. Artinya 20 menit lintang dan .20 menit bujur. Dengan luas antara 18 x 13 cm. Peta ini dibuat oleh Dinas Topograpi Angkatan Darat.<\/p>\n
\nPeta hidrografi adalah peta yang menggambarkan keadaan pantai, dalamnya laut, dan menggambarkan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pelayaran.<\/p>\n
\n<\/strong>Peta ini dibuat untuk suatu keperluan, sehingga tidak dapat dipergunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya:
\na. Peta statistik untuk keperluan Kantor Kepegawaian dan Kependudukan.
\nb. Peta jalan untuk keperluan turisme.
\nc. Peta sungai untuk-keperluan pelayaran sungai.
\nd. Peta pengairan yang menyatakan daerah pengairan dan saluran air, baik untuk aliran sungai ke daerah pengairan maupun untuk mengalirkan air yang tetah digunakan.
\ne. Peta geologi (macam lapisan tanah, gunung-gunung berapi, sungai di bawah tanah, dan lain-lain).
\nf. Peta hutan yang menyatakan keadaan hutan dan keadaan tumbuhannya.
\ng. Peta triangutasi yaitu peta yang.menggambarkan khusus titik (tempat-tempat dengan koordinatnya). Sebagai titik-titik ikat kerangka peta yang diukur dengan teliti.<\/p>\n
\n<\/strong>Dengan persetujuan internasional, tiap negara dapat membuat peta dengan skala lebih kecil dari 1:1.000.000, bahkan dapat membuat peta dunia secara lengkap. Jadi, peta dunia ialah peta yang menggambarkan benua serta pulau-pulau beserta batas-batas tiap negara di selurun dunia dengan isinya. Artinya, keadaan tempat-tempat tiap negara, jalan, dan sungai sampai kepada flora dan faunanya.<\/p>\n
\nSkala peta adalah suatu perbandingan linier dari keadaan di atas peta (kertas gambar) dengan keadaan di atas bumi. Misalnya, peta skala 1:100.000 berarti 1 cm di atas peta sama dengan 100.000 cm (1000 meter) di atas permukaan bumi. Untuk menentukan pemakaian skala peta, didasarkan atas 2 perbandinganyaitu : 1. Dapat mengukur jarak-jarak denah secara teliti. 2. Dapat menggambarkan suatu daerah yang luas dengan tidak banyak kesalahan-kesalahan yang besar.<\/p>\n
\n<\/strong>Ditinjau dari skalanya, peta terdiri dari:
\n1. Peta teknik atau peta rencana. Skala 1:5000 dan lebih besar 1 : 1000; 1 : 500 dan seterusnya.
\n2. Peta topografi. Skala 1 : 10.000 sampai 1 : 200.000.
\n3. Peta geografi. Skala 1 : 200.000 dan lebih kecil 1 : 50.000 ;1 : 200.000 dan seterusnya.<\/p>\n
\nContoh: 1. Jarak pengukuran lurus\/jarak sebenarnya = 36,4 km Skala gambar = 1 : 50.000 Jarak dalam kertas\/peta JP = Js x Skala Jarak dalam kertas\/peta JP = 3.640.000\/5000=72.8 cm 2. Jarak di lapangan = 1 km Skala gambar = 1 : 50.000 Jarak dalam kertas\/peta = JP = 100.000\/50.000 = 2 cm 3. Jarak di peta = 2 cm skala gambar = 1 : 50.000 jarak sebenarnya JS =2×50.000=100.000 cm = 1000 m\u00a0 = 1 km<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"