1. Pasang statif sesuai dengan tinggi si pengukur dan mengusahakan kepala statif sedatar mungkin.<\/p>\n
2. Pasang pesawat diatas statif serta menguncinya dengan skrup di bawah kepala statif.<\/p>\n
3. Sambil melihat – melihat melalui lup centre point dua kaki statif diangkat dan sambil menggerakkan hingga titik mendekati berada didalam lingkaran centre point, kemudian kedua statif ditancapkan ketanah.<\/p>\n
4. Setel nivo kotak dengan menggunakan skrup penyetel datar atau skrup A, B, dan C sehingga gelembung nivo berada di tengah-tengah lingkaran.<\/p>\n
5. Melihat kembali melalui centre point apakah titik keluar dari lingkaran centre point, jika bergeser maka membuka kunci bagian pesawat atau skrup bawah kepala statif, lalu menggeser pesawat hingga titik berada kembali dalam lingkaran centre point, kemudian dengan menggunakan skrup A, B, C mengetengahkan nivo tabung.<\/p>\n
6. Sambil melihat kedalam teropong, memutar skrup okuler sehingga benang silang tampak jelas.<\/p>\n
7. Membaca sudut mendatar. 8. Membaca sudut vertikal 1. Pasang statif sesuai dengan tinggi si pengukur dan mengusahakan kepala statif sedatar mungkin. 2. Pasang pesawat diatas statif serta menguncinya dengan skrup di bawah kepala statif. 3. Sambil melihat – melihat melalui lup centre point dua kaki statif diangkat dan sambil menggerakkan hingga titik mendekati berada didalam lingkaran centre point, kemudian kedua statif ditancapkan …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[553],"tags":[756,752,753,754,761,758,755,760,757,759],"class_list":["post-532","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-ukur-tanah","tag-alat-survey-theodolite","tag-alat-theodolite","tag-fungsi-alat-theodolite","tag-gambar-alat-theodolite","tag-kegunaan-alat-theodolite","tag-penemu-alat-theodolite","tag-pengenalan-alat-theodolite","tag-penggunaan-alat-theodolite","tag-perkembangan-alat-theodolite","tag-sejarah-alat-theodolite"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=532"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/532\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3574,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/532\/revisions\/3574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\na. Arahkan teropong kesuatu titik P, kemudian memutar skrup diafragma hingga target tampak jelas.
\nb. Dengan menggunakan penggerak halus horizontal dan penggerak halus vertikal tepatkan benang silang vertical dengan target titik P.
\nc. Buka jendela cermin cahaya sambil melihat ke lup bacaan sudut dan kemudian memutar mikrometer atau tromol sehingga garis strip pada skala harus benar-benar ditengah dua strip dibawah angka menit, angka ini menunjukkan menit dalam puluhan, sedangkan angka satuan menit dan detik dapat dibaca pada kotak kecil di bawah skala derajat dan menit (puluhan). Untuk jelasnya, dapat di lihat pada gambar pembacaan sudut dalam lup bacaan sudut pada halaman berikut. Hasil bacaan diatas adalah bacaan biasa (posisi lop bacaan sudut disebelah kanan teropong).
\nd. Untuk bacaan luar biasa, teropong dibalik dan diputar searah jarum jam dan arahkan kembali ketitik P.
\ne. Dengan menggunakan skrup penggerak halus horizontal dan penggerak halus vertikal impitkan benang silang vertikal dengan target pada titik P.
\nf. Dengan cara yang sama dengan pembacaan sudut biasa akan menghasilkan bacaan luar biasa, dimana kedua bacaan berselisih 1800<\/sup> .
\ng. Hasil bacaan rata-rata adalah : bacaan biasa di tambah dengan luar biasa, dikurangi 1800<\/sup> kemudian dibagi dua.<\/p>\n
\na. Ukurlah tinggi pesawat untuk bacaan benang tengah rambu ukur.
\nb. Arahkan teropong pada rambu ukur pada angka setinggi pesawat
\nc. Membaca bacaan sama caranya dengan membaca bacaan sudut datar sedang untuk derajat lihat pada bagian atas atau huruf V, dan satuan menit dan detik pada kotak bagian bawah.
\nd. Untuk bacaan luar biasa teropong dibalik dan diputar dan arahkan pada rambu semula, dan darri bacaan biasa akan menghasil bacaan luar biasa.
\ne. Bacaan biasa dan luar biasa jika dijumlahkan hasilnya 360 0 (untuk TL 6DE)
\nf. Misal bacaan biasa dan luar biasa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"