Jenis tugas :<\/strong> Pengukuran Situasi Cara Polar Koordinat Metode Tacheometry Tanpa Magnit. Keselamatan kerja : Langkah kerja : Perhitungan dengan cara tachymetri : Jenis tugas : Pengukuran Situasi Cara Polar Koordinat Metode Tacheometry Tanpa Magnit. Alat pengukuran : Pesawat Theodolit TL 6 DE Statif Rol meter Palu Rambu ukur Daftar pengukuran Data board Patok\/paku Keselamatan kerja : 1. Periksa alat-alat pengukuran sebelum dibawa ketempat pengukuran. 2. Periksa lokasi pengukuran dari keadaan\/lalu lintas kendaraan agar tidak mengganggu pengukuran. 3. …<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":550,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[553],"tags":[821,819,822,828,823,829,820,827,824,825,826],"class_list":["post-551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ilmu-ukur-tanah","tag-polar-coordinates","tag-polar-koordinat","tag-polar-koordinat-sistemi","tag-polar-koordinat-sistemi-autocad","tag-polar-koordinat-sistemi-konu-anlatu0131mu0131","tag-polar-koordinatak","tag-polar-koordinaten","tag-polar-koordinaten-transformation","tag-polar-koordinatensystem","tag-polar-koordinatlar-konu-anlatu0131mu0131","tag-polar-koordinatsystem"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=551"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/551\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3332,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/551\/revisions\/3332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media\/550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}
\nAlat pengukuran<\/strong> :<\/p>\n\n
\n<\/strong>1. Periksa alat-alat pengukuran sebelum dibawa ketempat pengukuran.
\n2. Periksa lokasi pengukuran dari keadaan\/lalu lintas kendaraan agar tidak mengganggu pengukuran.
\n3. Melakukan kerja sama yang baik dengan teman agar pengukurannya ketelitian.
\n4. Menyeberang jalan menunggu kendaraan\/lalu lintas aman.
\n5. Lindungi pesawat theodelite dari sinar matahari.
\n6. Bersihkan alat-alat sebelum dikembalikan.<\/p>\n
\n<\/strong>1. Perhatikan lokasi pengukuran serta membuat sket situasi pengukuran.
\n2. Tentukan tempat berdiri pesawat agar semua titik-titik yang diukur dapat terbidik semua (tidak terhalang).
\n3. Tentukan titik-titik pengukuran sebanyak 25 titik dengan diberi tanda dengan paku di pinggir jalan atau batas-batas pengukuran.
\n4. Setel pesawat di atas titik yang telah ditentukan.
\n5. Bidiklah teropong ketitik P, dengan menyetel derajat mendatar pada 00 0′ 0″.
\n6. Bacalah sudut vertikal pada bacaan biasa dan mencatat pada daftar ( sewaktu membaca sudut vertikal terlebih dahulu benang silang tengah dihimpitkan pada bacaan rambu di atas titik P1 setinggi pesawat).
\n7. Baca bacaan pada rambu benang atas dan benang bawah, lalu catat pada daftar.
\n8. Balikkan teropong dan membidikan kembali ketitik P1 kemudian membaca sudut datar bacaan luar biasa dan sudut vertikal luar biasa.
\n9. Setelah mengembalikan posisi teropong dengan mengimpitkan benang silang tengah pada rambu yang sama dengan tinggi pesawat, (Ta=BT) atau boleh tidak sama tinggi pesawat dengan benang tengah(Ta\u2260BT) lalu membaca sudut vertikal (bacaan biasa), dan kemudian membaca benang atas dan benang bawah (BA dan BB).
\n10. Gerakkan teropong dengan mengimpitkan benang silang tengah pada angka rambu yang sama dengan tinggi pesawat, lalu membaca sudut vertikal (bacaan biasa), dan kemudian membaca benang atas dan benang bawah.
\n11. Balikan teropong dan diputar searah jarum jam lalu membidikan kembali ketitik P1 untuk membaca sudut datar dan vertikal luar biasa.
\n12. Dengan cara yang sama lakukan langkah kerja seperti di atas untuk titik-titik berikut, hingga pengukuran berakhir.<\/p>\n
\n
<\/a>
\n
<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"