{"id":666,"date":"2024-06-15T05:57:45","date_gmt":"2024-06-14T22:57:45","guid":{"rendered":"http:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/?p=666"},"modified":"2024-06-12T21:00:02","modified_gmt":"2024-06-12T14:00:02","slug":"perancangan-saluran-irigasi-permukaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/","title":{"rendered":"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan"},"content":{"rendered":"<p>Sebelum membuat suatu sistem irigasi permukaan, maka dalam tahap perancangan harus dibuatkan terlebih dahulu lay out atau tata letak sistem irigasi permukaan. Lay out atau tata letak sistem irigasi harus menunjukkan hal-hal berikut, (1) Lokasi bangunan utama, (2) Trase jaringan irigasi dan pembuang, (3) Batas-batas dan perkiraan luas (dalam ha) jaringan irigasi dengan petak-petak primer, sekunder dan tersier serta daerah-daerah yang tidak bisa diairi, (4) Bangunan-bangunan utama jaringan irigasi dan pembuang lengkap dengan fungsi dan tipenya, (5) Konstruksi lindungan terhadap banjir, dan tanggul, (6) Jaringan jalan dengan bangunan-bangunannya.<\/p>\n<p>Untuk pembuatan tata letak biasanya menggunakan peta topografi dengan skala 1 : 25.000 dan 1 : 5.000. Peta dengan skala ini cukup untuk memperlihatkan keadaan lokasi sistem irigasi agar dapat ditarik interpretasi yang tepat mengenai sifat-sifat utama lokasi tersebut. Garis-garis kontur harus ditunjukkan dalam peta ini dengan interval 0,50 m untuk daerah yang datar, dan 1,00 m untuk daerah-daerah dengan kemiringan lahan lebih dari 2 persen.<\/p>\n<p>Peta topografi merupakan dasar untuk memeriksa, menambah dan memperbesar detail topografi yang sesuai, misalnya:<br \/>\n\uf0b7 Sungai dan jaringan pembuang alamiah dengan identifikasi batas-batas daerah aliran sungai, aspek ini tidak hanya terbatas sampai pada daerah irigasi saja, tetapi sampai pada daerah aliran sungai seluruhnya, dengan menggunakan peta dengan skala yang lebih kecil.<br \/>\n\uf0b7 Identifikasi punggung lahan dan kemiringan lahan di daerah irigasi.<br \/>\n\uf0b7 Batas-batas administratif desa, kecamatan, kabupaten dan sebagainya akan sangat penting artinya untuk penentuan batas petak tersier, batas kecamatan dan kebupaten penting untuk menentukan letak administratif proyek dan pengaturan kelembagaan nantinya.<\/p>\n<p><strong>a. Merancang Saluran dan Jaringan Irigasi<br \/>\n<\/strong>Perancangan saluran dan jaringan irigasi yang akan dibahas dalam konteks ini adalah sebagai berikut :<br \/>\n<strong>Saluran pembawa<\/strong><br \/>\nDalam saluran terbuka, ada berbagai bangunan yang digunakan untuk membawa air dari satu ruas hulu ke ruas hilir. Bangunan-bangunan ini bisa dibagi menjadi dua kelompok sesuai jenis aliran hidrolisnya yaitu:<br \/>\n(i) bangunan-bangunan dengan aliran subkritis, yang termasuk dalam kelompok ini adalah adalah gorong-gorong, flume, talang dan sipon.<br \/>\n(ii) bangunan-bangunan dengan aliran superkritis yaitu bangunan pengukur dan pengatur debit, bangunan terjun serta got miring.<\/p>\n<p><strong>b. Hidrolika Bangunan Irigasi<br \/>\n<\/strong>Untuk penghematan biaya pembuatan bangunan pembawa, maka kecepatan aliran di bangunan pembawa dibuat lebih besar daripada kecepatan aliran air di bagian saluran hulu maupun hilir. Untuk menghindari terjadinya gelombang-gelombang tegak di permukaan air dan untuk mencegah agar aliran tidak menjadi kritis akibat berkurangnya kekasaran saluran atau gradien hidrolis yang lebih curam, maka bilangan Froude dari aliran yang dipercepat tidak boleh lebih dari 0,5. Dengan istilah lain :<br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2015\/10\/image10.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"background-image: none; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border-width: 0px;\" title=\"image\" src=\"http:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2015\/10\/image_thumb9.png\" alt=\"image\" width=\"135\" height=\"72\" border=\"0\" \/><\/a><br \/>\ndimana :<br \/>\nFr = bilangan Froude<br \/>\nva = kecepatan rata \u2013 rata dalam bangunan (m\/dt)<br \/>\ng = percepatan gravitasi, m\/dt2 (\u2248 9,8)<br \/>\nA = luas aliran (m2)<br \/>\nB = lebar permukaan air terbuka (m)<\/p>\n<p>Kecepatan aliran rata\u2013rata di saluran pembawa terbuka dapat dihitung dengan persamaan Strickler\/Manning. Untuk pipa sipon beraliran penuh, lebar permukaan air sama dengan nol, jadi bilangan Froude tidak bisa ditentukan. Kecepatan yang diizinkan di dalam pipa diakibatkan oleh optimasi ekonomis bahan konstruksi, biaya, mutu konstruksi dan kehilangan tinggi energi yang ada. Untuk sipon yang relatif pendek, biasanya kecepatan alirannya kurang dari 2 m\/dt.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum membuat suatu sistem irigasi permukaan, maka dalam tahap perancangan harus dibuatkan terlebih dahulu lay out atau tata letak sistem irigasi permukaan. Lay out atau tata letak sistem irigasi harus menunjukkan hal-hal berikut, (1) Lokasi bangunan utama, (2) Trase jaringan irigasi dan pembuang, (3) Batas-batas dan perkiraan luas (dalam ha) jaringan irigasi dengan petak-petak primer, &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":665,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[949],"tags":[1150,1144,1146,1148,1147,1145,1149],"class_list":["post-666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sistem-irigasi-permukaan","tag-kriteria-perencanaan-irigasi","tag-perancangan-irigasi","tag-perancangan-irigasi-dan-bangunan-air","tag-perancangan-irigasi-dan-hidrologi","tag-perancangan-irigasi-tetes","tag-perencanaan-irigasi","tag-perencanaan-sistem-irigasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perancangan Saluran Irigasi Permukaan - TN Sipil<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan - TN Sipil\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Sebelum membuat suatu sistem irigasi permukaan, maka dalam tahap perancangan harus dibuatkan terlebih dahulu lay out atau tata letak sistem irigasi permukaan. Lay out atau tata letak sistem irigasi harus menunjukkan hal-hal berikut, (1) Lokasi bangunan utama, (2) Trase jaringan irigasi dan pembuang, (3) Batas-batas dan perkiraan luas (dalam ha) jaringan irigasi dengan petak-petak primer, ...\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2015\/10\/image_thumb9.png\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@t_neutron\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Taufiqullah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Taufiqullah\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b57f791b694136047454bb6ac5cbe375\"},\"headline\":\"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan\",\"datePublished\":\"2024-06-14T22:57:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/\"},\"wordCount\":477,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/8\\\/2015\\\/10\\\/image_thumb9.png\",\"keywords\":[\"kriteria perencanaan irigasi\",\"Perancangan Irigasi\",\"perancangan irigasi dan bangunan air\",\"perancangan irigasi dan hidrologi\",\"perancangan irigasi tetes\",\"perencanaan irigasi\",\"perencanaan sistem irigasi\"],\"articleSection\":[\"Sistem Irigasi Permukaan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/\",\"name\":\"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan - TN Sipil\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/8\\\/2015\\\/10\\\/image_thumb9.png\",\"datePublished\":\"2024-06-14T22:57:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b57f791b694136047454bb6ac5cbe375\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/8\\\/2015\\\/10\\\/image_thumb9.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/8\\\/2015\\\/10\\\/image_thumb9.png\",\"width\":135,\"height\":72,\"caption\":\"image_thumb.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/\",\"name\":\"TN Sipil\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.tneutron.net\\\/sipil\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b57f791b694136047454bb6ac5cbe375\",\"name\":\"Taufiqullah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dcdf36434717ce57bea7f17eb3c140a2ff8def45941b720aa8fc1cccd6cdd505?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dcdf36434717ce57bea7f17eb3c140a2ff8def45941b720aa8fc1cccd6cdd505?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/dcdf36434717ce57bea7f17eb3c140a2ff8def45941b720aa8fc1cccd6cdd505?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Taufiqullah\"},\"description\":\"Taufiqullah\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/www.tneutron.net\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/t_neutron\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan - TN Sipil","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan - TN Sipil","twitter_description":"Sebelum membuat suatu sistem irigasi permukaan, maka dalam tahap perancangan harus dibuatkan terlebih dahulu lay out atau tata letak sistem irigasi permukaan. Lay out atau tata letak sistem irigasi harus menunjukkan hal-hal berikut, (1) Lokasi bangunan utama, (2) Trase jaringan irigasi dan pembuang, (3) Batas-batas dan perkiraan luas (dalam ha) jaringan irigasi dengan petak-petak primer, ...","twitter_image":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2015\/10\/image_thumb9.png","twitter_creator":"@t_neutron","twitter_misc":{"Written by":"Taufiqullah","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/"},"author":{"name":"Taufiqullah","@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/#\/schema\/person\/b57f791b694136047454bb6ac5cbe375"},"headline":"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan","datePublished":"2024-06-14T22:57:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/"},"wordCount":477,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2015\/10\/image_thumb9.png","keywords":["kriteria perencanaan irigasi","Perancangan Irigasi","perancangan irigasi dan bangunan air","perancangan irigasi dan hidrologi","perancangan irigasi tetes","perencanaan irigasi","perencanaan sistem irigasi"],"articleSection":["Sistem Irigasi Permukaan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/","url":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/","name":"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan - TN Sipil","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2015\/10\/image_thumb9.png","datePublished":"2024-06-14T22:57:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/#\/schema\/person\/b57f791b694136047454bb6ac5cbe375"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2015\/10\/image_thumb9.png","contentUrl":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2015\/10\/image_thumb9.png","width":135,"height":72,"caption":"image_thumb.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/perancangan-saluran-irigasi-permukaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perancangan Saluran Irigasi Permukaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/#website","url":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/","name":"TN Sipil","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/#\/schema\/person\/b57f791b694136047454bb6ac5cbe375","name":"Taufiqullah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcdf36434717ce57bea7f17eb3c140a2ff8def45941b720aa8fc1cccd6cdd505?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcdf36434717ce57bea7f17eb3c140a2ff8def45941b720aa8fc1cccd6cdd505?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dcdf36434717ce57bea7f17eb3c140a2ff8def45941b720aa8fc1cccd6cdd505?s=96&d=mm&r=g","caption":"Taufiqullah"},"description":"Taufiqullah","sameAs":["http:\/\/www.tneutron.net","https:\/\/x.com\/t_neutron"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=666"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3352,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/666\/revisions\/3352"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media\/665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.tneutron.net\/sipil\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}