Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Besaran dan Satuan – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Pengukuran > Besaran dan Satuan

Besaran dan Satuan

Sifat-sifat dari suatu benda atau kejadian yang kita ukur, misalnya panjang benda, massa benda, lamanya waktu lari mengelilingi sebuah lapangan disebut besaran, besaran apa saja yang bisa kita ukur dari sebuah buku ?. Pada sebuah buku, kita bisa mengukur massa, panjang, lebar, dan tebal buku. Bagaimanakah kita menyatakan hasil pengukuran panjang buku? Misalnya panjang buku sama dengan 25 sentimeter; sentimeter disebut satuan dari besaran panjang.

Massa buku sama dengan 1 kilogram; kilogram disebut satuan dari besaran massa. Jadi satuan selalu mengikuti besaran, tidak pernah mendahuluinya. Di masyarakat kita kadang-kadang terdapat satuan-satuan yang tidak standar atau tidak baku, misalnya satuan panjang dipilih depa atau jengkal. Satuan tersebut tidak baku karena tidak mempunyai ukuran yang sama untuk orang yang berbeda. Satu jengkal orang dewasa lain dengan satu jengkal anak-anak. Itulah sebabnya jengkal dan depa tidak dijadikan satuan yang standar dalam pengukuran fisika.

Apakah syarat yang harus dimiliki suatu satuan agar bisa menjadi satuan standar ? Beberapa syarat utama adalah sebagi berikut :
1. Nilai satuan harus tetap, baik dalam cuaca panas atau dingin, bagi orang dewasa maupun bagi anak-anak, dan terhadap perubahan-perubahan  lingkungan lainnya. Sebagai contoh, jengkal tidak bisa dijadikan satuan  baku karena berbeda-beda untuk masing-masing orang, sementara  meter berlaku sama baik untuk orang dewasa mapun anak-anak. Oleh  karena itu, meter bisa digunakan sebagai satuan standar.

2. Mudah diperoleh kembali (mudah ditiru), sehingga orang lain yang ingin  menggunakan satuan tersebut dalam pengukurannya bisa  memperolehnya tanpa banyak kesulitan. Satuan massa yaitu kilogram,  mudah diperoleh kembali dengan membandingkannya. Dengan demikian,  kilogram dapat digunakan sebagai satuan standar. Dapat kita bayangkan,  betapa repotnya jika suatu satuan sulit dibuat tiruannya sehingga di dunia  hanya ada satu-satunya satuan standar tersebut. Orang lain yang ingin  mengukur besaran yang bersangkutan harus menggunakan satu-satunya  satuan standar tersebut untuk memperoleh hasil yang akurat.

3. Satuan harus diterima secara internasional. Ini berkaitan dengan  kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan deterimanya suatu  satuan sebagai satuan internasional maka ilmuwan dari satu negara  dapat dengan mudah memahami hasil pengukuran dari ilmuwan negara  lain.

Sistem satuan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, yang berlaku secara interasional adalah sistem satuan SI, kependekan dari bahasa Prancis Systeme Internat ional d’Unites. Sistem ini diusulkan pada General Conference on Weights and Measures of the International Academy of Science pada tahun 1960. Dalam sistem satuan ini, terdapat tujuh besaran yang disebut sebagai besaran pokok.


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79