Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Clay Body Tanah Liat Manual Kering – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Exact > Clay Body > Clay Body Tanah Liat Manual Kering

Clay Body Tanah Liat Manual Kering

Pengolahan bahan tanah liat alam secara manual kering ini biasanya dilakukan untuk jumlah bahan tanah liat yang terbatas hanya untuk suatu proses pengujian tanah liat. Pengujian tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi bahan tanah liat tersebut yang meliputi plastisitas, penyusutan, suhu bakar, warna bakar, dan porositas. Pengolahan dengan teknik ini hanya dilakukan untuk satu atau campuran beberapa jenis tanah liat alam yaitu tanah liat yang langsung dapat digunakan seperti tanah liat earthenware dan stoneware .

Apabila berupa campuran beberapa jenis tanah liat, sebaiknya formula tercatat untuk memudahkan dalam proses penimbangan. Pencampuran bahan tanah liat (earthenware dengan earthenware, stoneware dengan stoneware, dan earthenware dengan stoneware) dilakukan untuk mendapatkan kualitas badan tanah liat yang memenuhi persyaratan untuk dapat digunakan.

Proses Pengolahan
Proses pengolahan tanah liat kering dilakukan melalui tahap-tahap berikut.
1. Penjemuran
Jemurlah bahan tanah liat,  sebaiknya dalam bentuk  bongkahan kecil-kecil, hal ini  dimaksudkan agar tanah liat  tersebut cepat menjadi kering  secara merata sehingga  mempermudah proses  penumbukan.

2. Penumbukan 
Tumbuklah bahan tanah liat yang  sudah kering sampai halus  dengan menggunakan mortar dan  pestle atau alat penumbuk lain.  Penumbukan agar mendapatkan  butiran bahan tanah liat yang  halus seperti tepung sehingga  dapat lolos dari saringan dengan  mesh yang telah ditentukan.

3. Penyaringan 
Saringlah bahan tanah liat  menggunakan saringan mesh 50  atau jika dikendaki yang lebih  halus lagi dapat menggunakan  saringan dengan ukuran 70, 80  sampai 100. Tumbuklah butiran  bahan tanah liat yang tidak lolos  saringan kemudian disaring  kembali.

4. Penimbangan 
Timbanglah bahan tanah liat  walaupun hanya satu jenis tanah  liat, hal ini perlu dilakukan untuk  menentukan jumlah air yang perlu  ditambahkan pada bahan tanah  liat tersebut.

clip_image001 clip_image002 clip_image003 clip_image004 
 
5. Pencampuran
Campurkan bahan tanah liat yang  sudah ditimbang dengan air  sebanyak 30%–40% dari jumlah  tanah liat kering. Tambahkanlah  air sedikit demi sedikit sambil  diremas-remas, sehingga  kandungan air dalam tanah liat  cukup dan siap untuk diuli.

6. Pengulian
Ulilah campuran bahan tanah liat  agar tanah liat menjadi plastis,  homogen, bebas dari kotoran,  dan bebas dari gelembung udara.  kemudian bentuklah menjadi  bulatan-bulatan bola/bongkahan  tanah liat, selanjutnya masukkan  ke dalam kantong plastik yang  rapat agar terjaga kelembaban.

7. Penyimpanan
Peramlah tanah liat plstis  tersebut, sebaiknya ditempatkan  pada bak bertutup agar supaya  kelembaban tanah liat dalam  kantong plastik tetap terjaga.  Waktu pemeraman selama  kurang lebih 7 hari. Dalam  proses ini terjadi proses  fermentasi dari unsur-unsur  organik yang dikandungnya,  sehingga tanah liat menjadi lebih  plastis.

 clip_image005 clip_image006 clip_image007


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79