1. Penghantar udara yang dipakai adalah dari jenis-jenis :
a. Hantaran tak berisolasi : A2C, ABC, ACSR.
b. Hantaran kabel
i. Kabel pilin TM.
ii. Kabel inti tunggal (full atau halfinsulated)
Dengan ukuran : 25 mm2, 50 mm2, 70mm2, 120 mm2; 150mm2, 187, 5 mm2, 240 mm2.
2. Tiang yang dipakai adalah dari jenis tiang besi, tower, beton dengan ukuran panjang 11 m, 12 m, 13 m, 15 m dan dengan kekuatan 350 daN, 500 daN, 800 daN.
3. Isolator yang dipakai adalah :
2. Tiang yang dipakai adalah dari jenis tiang besi, tower, beton dengan ukuran panjang 11 m, 12 m, 13 m, 15 m dan dengan kekuatan 350 daN, 500 daN, 800 daN.
3. Isolator yang dipakai adalah :
– Jenis penopang PIN/PIN post/ post isolator untuk tiang tengah
– Jenis isolator penegang, umbrella lipe/model payung-piring atau
– rod non puncher.
– Jenis TOEI isolator untuk kawat penegang (guy wire).
4. Arrester yang dipakai adalah Type 5KA untuk pemasangan pada tiang tengah. Type 10 KA untuk pemasangan pada tiang akhir kawat.
5. Penghantar pentanahan, memakai kawat tembaga tak berisolasi minimal ukuran 35 MM2 dengan elektoda batang minimal 3 meter.
6. Peralatan bantu lain
5. Penghantar pentanahan, memakai kawat tembaga tak berisolasi minimal ukuran 35 MM2 dengan elektoda batang minimal 3 meter.
6. Peralatan bantu lain
∧ Bending wire/preformed
∧ Stainless steelstrap
∧ Uclamp, sengkang
∧ Link.
∧ Mur baut galvanized
7. Tiang ditanam sedalam 1/6 X tinggi tiang
8. Pemilihan kekuatan tiang
8. Pemilihan kekuatan tiang
Besarnya kekuatan tiang dipilih berdasarkan:
– Luas penampang hantaran.
– Sistem jaringan ( 1 fasa, 3 asa)
– Sudut belokan hantaran
– Fungsi tiang (misalnya tiang seksi)
Besarnya kekuatan tiang didasarkan atas temperatur maksimum hantaran, tanpa hembusan angin