- Katup yang menghambat aliran pipa untuk mengontrol volume aliran oli supaya kecepatan motor hidrolik dan silinder dapat dikontrol pada pompa hidrolik displacement tetap digunakan.
- Katup penghambat
- Katup yang mengontrol jumlah aliran dengan cara menghambat resistansi dalam katup, tetapi berubah sesuai perubahan tekanan sebelum dan dibelakang katup. Katup ini bisa disetel secara sederhana (katup niddle) atau hambatan tetap pada aliran (orifice).
- Katup kontrol aliran dengan konpensasi tekanan
- Katup ini memiliki mekanisme konpensasi tekanan untuk menjaga perbedaan tekana pre-design sebelum dan di belakang katup penghambat. Dengan melakukan ini, volume aliran dapat dijaga agar tetap konstant tanpa memperhatikan fluktuasi tekanan sebelum dan di belakang katup. Design orifice kompensasi tekanan secara normal akan memberikan perubahan kekentalan yagn disebabkan karena temperatur. Beberapa design mungkin memiliki pegas yang terbuat dari bi-metal yang akan mengkonpensasi perubahan temperatur.
Gambar 4.82 Katup control aliran dengan kompensasi tekanan
Katup pembagi aliran
Katup yang membagi oli yang mengalir masuk ke dua aliran hidrolik yang memiliki tekanan yang berbeda dari sumber tenaga tanpa memperhatikan tekanan alirannya. Jenis katup ini bisa digunakan untuk membagi aliran dari satu pompa hidrolik atau sumber ke dalam dua rangkain kemudi traktor crawler. Kedua rangkaian ini bisa beroperasi, bebas dari yang lainnya. Pada aplikasi di industri, apabila aliran harus dibagi dengan sangat akurat atau apabila aliran ini dibagi menjadi lebih dari dua aliran, maka harus ada beberapa alat pembagi aliran rotary yang dipasang dan dihubungkan dengan motor hidrolik.
Katup kontrol directional
Katup yang mengalirkan aliran oli atau menghentikan aliran supaya aktuator dapat dioperasikan ke belakang dan kemuka atau menahannya di bagian tengah, dan dioperasikn dengan tenaga eksternal (tenaga manusia, solenoid atau tenaga mekanis).
Katup directional diproduksi dengan banyak konfigurasi tergantung jumlah pintunya dan posisi operasinya tetapi katup yang umum digunakan untuk rangkaian hidrolik akan menjadi katup jenis spool 2 posisis – 4 way (2/4) atau 3 posisi – 4 way (3/4). Pada mesin pemindah tanah, katup directionalnya untuk blade, dump body,buscket bisa memiliki 4 posisi (4/4), posisi depan akan memberikan float silinder penuh.
Posisi center umum pada katup 4/3 way
Gambar dibawah ini menunjukkan tentang katup 4/3 way dengan berbagai macam posisi tengahnya dan disertai dengan deskripsi singkat tentang metode operasinya:
Posisi tengah katup 4/3-way ”resirkulasi pompa” (tandem centre).
Ports P dan T dihubungkan: Sehungga, pembuangan pompa hanya mungkin berlawanan dengan katup minimal dan resistansi tenaga (sirkulasi pompa = penghematan energi).
Posisi tengah katup 4/3-way ”tertutup” (senter tertutup).
Posisi tengah katup 4/3-way ”tertutup” (senter tertutup).
Kempat port ini tertutup: penempatan komponen power diberikan, dimana apabila terjadi katup slide, oli yang bocor diharapkan dapat memposisikan komponen dalam jangka waktu yang lama.
Posisi tengah “H” katup 4/3-way (senter terbuka).
Posisi tengah “H” katup 4/3-way (senter terbuka).
Keempat port itu interkoneksi: Relif komponen power dan pompa hidrolik (mis. silinder dapat dirubah).
Posisi tengah katup 4/3-way ”power lines exhausted” (senter terapung).
Port T dihubungkan ke A dan B: Selang terbuang; silinder dirubah. Tidak ada relif pompa.
Posisi tengah katup 4/3-way ”by-pass” (senter regenerasi).
Posisi tengah katup 4/3-way ”by-pass” (senter regenerasi).
Port P terhubungkan ke A dan B: Selang diberi tekanan, mis. untuk rangkaian diferensial.