Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Keputusan Pembeli – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Memahami Pasar > Keputusan Pembeli

Keputusan Pembeli

Di tahap pengevaluasian, konsumen menyusun peringkat merek dan membentuk kecenderuangan (niat) pembelian. Secara umum, keputusan pembelian konsumen akan membeli merek yang paling disukai, tetapi ada dua faktor yang muncul diantara kecenderungan pembelian dan keputusan pembelian. Faktor pertama adalah sikap orang lain. Jika suami Anna Flores sangat merasa Anna harus membeli kamera yang harganya paling murah, maka kesempatan Anna membeli kamera mahal akan berkurang.

Faktor kedua adalah faktor situasi tak terduga. Konsumen mungkin membentuk kecenderungan pembelian berdasar pada pendapatan yang diharapkan, harga, dan manfaat produk yang diharapkan. Namun, keadaan tak terduga dapat mengubah kecenderungan pembelian, Anna Flores mungkin kehilangan pekerjaannya atau pembelian lainnya lebih mendesak atau mungkin temannya mengatakan kecewa terhadap kamera pilihannya yang juga kamera kesukaan Anna. Atau, pesaing dekat menurunkan harga. Jadi, preferensi dan kecenderungan pembelian tidak selalu menghasilkan pilihan pembelian aktual.

Perilaku Setelah Pembelian
Pekerjaan pemasar tidak hanya berhenti pada saat produk  dibeli. Setelah membeli produk, konsumen akan merasa puas atau  tidak puas dan akan masuk ke perilaku setelah pembelian yang penting  diperhatikan oleh pemasar. Apa yang menentukan pembeli puas atau  tidak puas terhadap pembeliannya? Jawabnya terletak pada hubungan  antara harapan konsumen dan kinerja produk uang dirasakan.

Jika  produk jauh di bawah harapan konsumen, maka konsumen kecewa;  jika produk memenuhi harapannya, konsumen terpuaskan, jika  melebihi harapannya, maka konsumen akan merasa sangat senang.  Semakin besar beda antara harapan dan kinerja, semakin  besar pula ketidakpuasan konsumen. Oleh sebab itu, penjual harus  janji yang benar-benar sesuai dengan kinerja produk agar pembeli  merasa puas.

Beberapa penjual bahkan menyatakan janji tingkatan  kinerja yang lebih rendah dibandingkan kinerja sebenarnya agar  kepuasan konsumen menjadi sangat tinggi. Misalnya, wiraniaga Boing  cenderung konservatif pada saat memperkirakan potensi manfaat  pesawatnya.

Mereka hampir tiap kali menyatakan efesiensi bahan  bakar lebih rendah dari pada sebenarnya- mereka menjanjikan  penghematan bahan bakar sebesar 5 persen yang ternyata 8 persen.  Konsumen akan merasa senang terhadap kinerja yang lebih baik   daripada yang diharapkan. Mereka akan membeli lagi dan berkata  kepada calon pelanggan lain bahwa Boing memenuhi janjinya.  Hampir seluruh pembelian penting menghasilkan disonansi  kognitif, atau ketidaknyamanan pembeli karena konflik setelah  pembelian.

Setelah pembelian, konsumen akan merasa puas dengan  manfaat merek yang telah dipilih dan senang untuk menghindari  kekurangan dari merek yang tidak dibeli. Namun, setiap pembelian  melibatkan kompromi. Konsumen mendapatkan ketidak-nyamanan  akibat mendapatkan kekurangan produk yang dibeli dan kehilangan  sejumlah manfaat produk yang tidak dibeli. Oleh karena itu, konsumen  merasakan setidak-tidaknya ada disonansi setelah pembelian pada  setiap pembeliannya.

Mengapa memuaskan konsumen itu sangat penting? Kepuasan itu penting karena penjualan perusahaan berasal dari dua kelompok dasar-pelanggan baru dan pelanggan lama. Biasanya biaya akan lebih besar untuk menarik pelanggan baru daripada mampertahankan pelanggan lama dan jalan terbaik untuk mempertahankan pelanggan adalah dengan memuaskan mereka. Kepuasan pelanggan merupakan kunci untuk membuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan-yakni untuk mempertahankan dan menumbuhkan konsumen serta untuk memetik hasil yang berupa nilai seumur hidup pelanggan.

Pelanggan yang puas akan kembali membeli produk, berbicara yang menyenangkan tentang produk itu, lebih sedikit memperhatikan merek dan iklan pesaing, serta membeli produk yang lain dari perusahaan yang sama. Banyak pemasar bertindak lebih dari sekedar memuaskan harapan konsumen-mereka berupaya menyenangkan hati konsumen. Konsumen yang hatinya merasa senang akan membeli lagi produk tersebut serta berbicara yang menyenangkan tentang produk dan perusahaan itu.

Konsumen yang tidak puas memberikan tanggapan secara berbeda. Konsumen yang puas, secara rata-rata, akan berbicara kepada tiga orang mengenai baiknya pengalaman mereka mengenai produk, sedangkan konsumen yang tidak puas akan mengeluh ke 11 orang. Bahkan, suatu studi menunjukkan bahwa 13 persen orang yang mempunyai masalah dengan organisasi tertentu mengeluh tentang organisasi tersebut ke lebih dari 20 orang. Jadi, berita buruk dari mulut ke mulut berjalan lebih cepat daripada berita baik dari mulut ke mulut dan dapat dengan cepat merusak sikap konsumen terhadap perusahaan dan produknya.

Oleh karena itu, perusahaan yang bijaksana perlu mengukur kepuasan konsumen secara teratur. Perusahan tersebut tidak dapat semata-mata mengandalkan konsumen yang tidak puas yang secara sukarela menyampaikan keluhannya kepada perusahaan. Sebesar 96 persen konsumen yang tidak senang tidak pernah menyampaikan keluhannya. Perusahaan harus membangun sistem yang mendorong konsumen menyampaikan keluhannya.

Dengan cara itu, perusahaan dapat mempelajari secara baik kerja perusahaan tersebut dan bagaimana meningkatkannya. Perusahaan 3M mengaku lebih dari dua per tiga produk barunya datang dari mendengarkan keluhan konsumen. Tetapi mendengar saja tidak cukup- perusahaan harus menanggapi dengan baik setiap keluhan yang diterima.


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79