Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Klasifikasi Sistem Tenaga Listrik – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Pengertian Tenaga Listrik > Klasifikasi Sistem Tenaga Listrik

Klasifikasi Sistem Tenaga Listrik

Tegangan pada generator besar biasanya berkisar di antara 13,8 kV  dan 24 kV. Tetapi generator besar yang modern dibuat dengan tegangan  bervariasi antara 18kV dan 24 kV. Tegangan generator dinaikkan ke tingkat  yang dipakai untuk transmisi, yaitu 115 kV dan 765 kV. Tegangan tinggi  standar (high voltage, HV220 kV.

Tegangan tinggi-ekstra standar (extra high voltage, HVadalah 500 kV dan 700 kV.  Keuntungan transmisi (transmission capability) dengan tegangan  lebih tinggi akan menjadi jelas jika kita melihat pada kemampuan transmisi  (transmission capability) suatu saluran transmisi. Kemampuan ini biasanya  dinyatakan dalam Mega-Volt-Ampere (MVA).

Tetapi kemampuan transmisi  dari suatu saluran dengan tegangan tertentu tidak dapat diterapkan dengan  pasti, karena kemampuan ini masih tergantung lagi pada batasan-batasan  termal dari penghantar, jatuh tegangan (drop voltage) yang diperbolehkan,  keandalan, dan persyaratan kestabilan sistem.  Penurunan tegangan dari tingkat transmisi pertama-tama terjadi  pada gardu induk bertenaga besar, di mana tegangan diturunkan ke daerah  antara 70 kV dan 150 kV, sesuai dengan tegangan saluran transmisinya.

Beberapa pelanggan yang memakai tenaga untuk keperluan industri sudah  dapat dicatu dengan tegangan ini. Penurunan tegangan berikutnya terjadi  pada gardu distribusi primer, di mana tegangan diturunkan lagi menjadi 1  sampai 30 kV.

Tegangan yang lazim digunakan pada gardu-distribusi adalah  20.000 V antar-fasa atau 11.500 V antara fasa ke tanah. Tegangan ini  biasanya dinyatakan sebagai 20.000 V/11.500 V. Sebagian besar beban  untuk industri dicatu dengan sistem distribusi primer, yang mencatu  transformator distribusi.

Transformator-transformator ini menyediakan  tegangan sekunder pada jaringan tegangan rendah tiga-fasa empat-kawat  untuk pemakaian di rumah-rumah tempat tinggal. Standar tegangan rendah  yang digunakan adalah 380 V antara antar fasa dan 220V di antara masingmasing  fasa dengan tanah, yang dinyatakan dengan 220/380 V.


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79