Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Komponen Dasar Engine – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Komponen Alat Berat > Komponen Dasar Engine

Komponen Dasar Engine

Siklus Engine Diesel Empat Langkah
Adapun proses kerja siklus motor bakar empat langkah dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Langkah Hisap
Pada langkah ini piston bergerak dari titik mati atas menuju titik  mati bawah. Katup hisap terbuka sehingga akibat kevakuman yang  terjadi dari ekspansi volume pada ruang bakar maka udara dari luar  dapat masuk ke dalam ruang bakar melalui katup hisap yang  terbuka. Pada motor bakar yang dilengkapi dengan turbocharger  maka udara yang masuk ke ruang bakar akan lebih banyak lagi  dikarenakan adanya dorongan dari sisi tekan compressor wheel  pada turbocharger.
 clip_image001
Gambar 4.6 KomponenEngine Pembentuk Ruang Bakar
No 1: Cylinder Liner No 2: Piston No 3: Intake valve No 4: Exhaust valve No 5: Cylinder Head
2. Langkah Kompresi
Setelah piston mencapai titik mati bawah maka arah piston akan  berbalik menuju kembali ke titik mati atas, hanya saja pada langkah  ini tidak ada katup yang membuka. Sebagai akibat dari  mengecilnya volume ruang bakar maka udara yang ada di dalam  ruang bakar menjadi terkompresi. Dengan kompresi rasio yang  berkisar antara 19 : 1 sampai 23 : 1 maka pengkompresian udara  pada ruang bakar akan menghasilkan panas kompresi (heat  compression) yang tinggi (kurang lebih berkisar 1000  oF).

Beberapa derajat sebelum piston mencapai titik mati atas bahan  bakar solar di-injeksikan melalui nozle ke dalam ruang bakar,  penginjeksiannya harus menggunakan tekanan yang tinggi  sehingga solar yang di semprotkan ke dalam ruang bakar berubah  menjadi butiran-butiran cairan solar yang sangat halus seperti kabut.  Pada saat solar disemprotkan maka campuran antara solar dan  udara di dalam ruang bakar mulai terbakar akibat terkena panas  yang dihasilkan oleh heat compression.

3. Langkah Tenaga
Proses pembakaran campuran solar dan udara terus berlangsung  sampai piston mencapai titik mati atas dan selanjutnya kembali  berubah arah kembali menuju titik mati bawah. Beberapa derajat (+  10o) setelah melewati titik mati atas maka pembakaran yang terjadi  telah sempurna sehingga dihasilkan ledakan yang tekanan  ekspansinya memaksa piston untuk terus bergerak menuju titik mati  bawah.

4. Langkah Pembuangan
Setelah energi ledakan panas pada langkah power telah berubah bentuk menjadi energi mekanis maka sisa proses pembakaran yang ada harus dibuang. Proses ini terjadi ketika piston bergerak dari titik mati bawah menuju titik mati atas dengan kondisi katup buang membuka. Gas sisa hasil pembakaran di dorong keluar oleh piston melalui katup buang.

Selanjutnya melalui mufler gas tersebut akan dilepas ke atmosfir. Kecuali untuk motor bakar diesel yang diperlengkapi dengan turbocharger maka sebelum masuk ke dalam mufler gas tersebut masih dimanfaatkan untuk memutarkan sudu- sudu turbin pada turbin wheel.

Demikian siklus ini terjadi secara terus menerus pada motor bakar diesel. Ilustrasi dari proses kerja diesel empat langkah dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Urutan gambar dari kiri ke kanan memperlihatkan kondisi: akhir langkah hisap, akhir langkah kompresi, awal langkah power dan awal langkah buang.

 clip_image002
Gambar 4.7 Siklus Diesel Empat Langkah


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79