Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Diesel – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Operasi Pusat Listrik > Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Diesel

Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Diesel

Umumnya semua unit pembangkit diesel dapat di-start tanpa memerlukan sumber tenaga listrik dari luar (dapat melakukan black start). Men-start mesin diesel dengan daya di bawah 50 kW dapat dilakukan dengan tangan melalui engkol. Untuk daya di atas 50 kW sampai kira-kira 100 kW, umumnya distart dengan menggunakan baterai aki. Sedangkan untuk mesin diesel dengan daya di atas 100 kW, umumnya digunakan udara tekan.

Dari segi pemeliharaan dan perbaikan, unit pembangkit diesel tergolong unit yang banyak menimbulkan masalah, kbususnya yang menyangkut mesin dieselnya. Hal ini disebabkan karena banyaknya bagian-bagian yang bergerak dan bergesek satu sama lain sehingga menjadi aus dan memerlukan penggantian secara periodik.

Untuk itu, diperlukan manajemen pemeliharaan beserta penyediaan suku cadang yang teratur dan dicampur dengan bahan bakar yang telah dikabulkan oleh pengabut. Campuran ini kemudian meledak pada akhir langkah kompresi dan menghasilkan daya dorong torak pada langkah tenaga.

Penggunaan turbocharger bersama intercooler dimaksudkan untuk mendapatkan berat udara yang sebesar mungkin untuk volume silinder tertentu, sehingga bisa membakar (meledakkan) bahan bakar sebanyak mungkin sehingga didapat gas hasil pembakaran dengan tekanan yang setinggi mungkin, yang berarti dicapai nilai BMEP yang setinggi mungkin.

Tekanan gas hasil pembakaran yang mendorong torak (piston) tidak konstan besarnya, nilai maksimum terjadi sewaktu torak ada pada posisi paling atas (titik mati atas), kemudian menurun dengan menurunnya torak dalam silinder, menurut hukum ekspansi adiabatis.

Nilai rata-rata dari tekanan gas pembakaran ini yang diukur pada poros mesin diesel melalui sistem rem (brake) disebut brake mean effective pressure (BMEP) dari mesin diesel tersebut.

 clip_image001
Gambar III.45 Kurva Efisiensi Unit Pembangkit Diesel
 clip_image002
(a)                    (b)                                (c)
Gambar III.46 Pompa pengatur injeksi BBM (a) Posisi 1, (b) Posisi 2, (c) Posisi 3

Prinsip kerja pompa pengatur injeksi BBM yang ditunjukkan pada Gambar III.46 dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pada posisi 1 plunyer belum menekan BBM. Posisi 2 plunyer menekan BBM ke pengabut karena lubang ke tangki telah ditutup oleh dinding plunyer. Posisi 3, plunyer berhenti menekan dinding BBM (gembos). BBM dapat menyelinap kembali ke tangki melalui alun tegak pada plunyer terus ke lubang yang sekarang telah terbuka akibat adanya alur miring pada dinding plunyer.

Plunyer bergerak dalam arah ke atas dan ke bawah. Pengaturan banyaknya BBM yang dipompakan ke arah pengabut diatur dengan mengatur besarnya langkah efektif dari plunyer yaitu: besarnya diatur dengan memutar plunyer pada sumbunya. Kalau dilihat dari atas:

  • Plunyer diputar : nilai p naik, BBM bertambah, daya mesin diesel naik
  • Plunyer diputar : nilai p turun, BBM berkurang, daya mesin diesel turun
Gerak dilakukan oleh bubungan (cam)
Gerak diatur oleh fuel rack yang digerakkan oleh governor
 clip_image003 clip_image004
Gambar III.47 Turbocharger Bersama Intercooler
Keterangan
S = Saringan Udara;, K = Kompresor; T = Turbin Gas; LC = Intercooler; P = Poros
clip_image005
Gambar potongan dan rotor turbocharger buatan MAN
(a) Kompresor (b) Turbin gas


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79