Gambar II.109 menggambarkan pengawatan sekunder dari suatu penyulang (saluran keluar) yang diproteksi oleh r elai arus lebih dan relai gangguan hubung tanah.
Keterangan:
Transformator Arus; TT = Transformator Tegangan; PMT = Pemutus Tenaga; OCR = Relai Arus Lebih; GFR = Relai Gangguan Tanah; TC = Trip Coil; CC = Closing Coil; MA = Magnetic Alarm; —- = hubungan mekanis; K3 dan K9 normally open.
Apabila ada gangguan arus lebih, maka relai OCR bekerja dan menutup kontak KI sehingga trip coil TC bekerja men- trip PMT. Apabila timbul gangguan hubung tanah, di mana relai GFR bekerja dan menutup kontak K2. Kontak K3 digunakan untuk men- trip PMT secara manual melalui pemberian arus ke trip coil TC.
Kontak K9 digunakan untuk memasukkan PMT melalui pemberian arus ke closing coil CC. Apabila PMT masuk, maka mekanisme PMT akan menutup kontak K4 untuk memungkinkan trip coil TC bekerja dan menutup kontak K5 untuk menyalakan lampu merah yang merupakan sinyal bahwa PMT masuk.
Kontak reset terdiri dari poros dan dua buah batang penggerak. Batang penggerak I digerakkan oleh tombol sedangkan batang penggerak 2 digerakkan oleh magnetic alarm MA yang dihubungkan seri dengan Closing Coil CC. Setiap batang penggerak mempunyai tonjolan yang akan menyeret tonjolan. Tonjolan a dan c diseret oleh tonjolan batang penggerak 1. Tonjolan b dan d diseret oleh tonjolan batang penggerak 2.