Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Pengeboran Sumur Panas Bumi – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Operasi Pusat Listrik > Pengeboran Sumur Panas Bumi

Pengeboran Sumur Panas Bumi

Peralatan dan teknologi untuk pengeboran sumur panas bumi berasal dari pengalaman untuk pengeboran minyak, yang kemudian disesuaikan dengan keadaan/kondisi panas bumi. Perbedaan yang nyata antara kondisi pengeboran minyak terhadap panas bumi adalah, pada panas bumi:
a) Batuan lebih keras
b) Temperatur lebih tinggi
c) Terdapat fluida yang korosif

Prinsip dasar pengeboran dan bagian-bagian utama
1) Cellars
Sebelum pengeboran, dibuat bangunan beton dengan dimensi 10 ft x 8 ft x 10 ft yang disebut Concrete cellars, gunanya untuk menahan beban mesin pengeboran dan nantinya sebagai tempat kepala sumur serta katup-katupnya.

2) Optimum bore diameter
Secara teoritis diameter lubang sumur merupakan fungsi dari tahanan aliran (flow resistance) pada lubang sumur itu sendiri, tahanan aliran di dalam formasi permeable, harga dari pipa, ratio kemungkinan keberhasilan sumur panas bumi.

3) Rotary drilling
Mata bor (bit) diputar bersamaan dengan batang pemegangnya (drillstem) secara mekanis oleh mesin penggerak ( diesel) dari permukaan tanah. Pada menara pengeboran (derrick), terdapat pulley yang gunakan untuk mengatur posisi penempatan batang pemegang mata bor, juga untuk mencabut/menarik batang mata bor dan casing dari lubang sumur. Peralatan-peralatan lain yang terdapat pada drilling rig, adalah pompa- pompa, kompressor, cooling tower untuk pendingin lumpur, penunjang/pemisah lumpur. Maksud penggunaan lumpur (mud) pada pengeboran panas bumi adalah:
a) Pendingin dan pelumas mata bor dan batang pemegangnya.

b) Mendorong serpihan-serpihan batuan (cuttings) keluar lubang sumur.

c) Mencegah runtuhnya dinding sumur
d) Mendinginkan bantuan sekitar lubang sumur.

4) Casing
Casing merupakan dinding lubang sumur, terbuat dari bahan baja berkapasitas tinggi, dipasang sebelum memasuki daerah produksi. Casing disemen pada lubang sumur sehingga kokoh dan sanggup menahan pipa-pipa dibawahnya. Panjang casing tergantung pada kedalaman production zone. Bagian terbawah dari sumur panas bumi adalah stolled liner berbentuk pipa yang berlubang-lubang pada dinding yang berfungsi sebagai penyaring.

5) Directional drilling
Pengeboran tidak dilakukan tegak lurus kebawah tapi dibelokkan kearah yang dikehendaki.
Keuntungan  adalah :
a) Beberapa kepala sumur terletak berdekatan sehingga luas permukaan tanah untuk kepala sumur lebih kecil.
b) Untuk lokasi-lokasi reservoir yang sulit dijangkau.
Karakteristik sumur panas bumi dapat berlain-lain walaupun terletak pada satu daerah.

Pengukuran variabel
Untuk memperoleh parameter-parameter tersebut di atas diperlukan pengukuran-pengukuran, tekanan dan temperatur dan dapat diukur dengan menggunakan thermometer dan pressure gauge untuk memperoleh harga enthalpy. Terdapat beberapa cara untuk mengukur massa flow, salah satu yang paling sederhana namun cukup akurat adalah metode James atau Critical Lip pressure method dimana
uap/campuran uap dan air di-discharge pada kecepatan suara ( sonic velocity), tekanan pada ujung pipa merupakan ukuran dari energi panas (heat flow) per luas area penampang pipa.


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79