Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Porositas – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Tanah Liat > Porositas

Porositas

Sifat poros tanah liat merupakan sifat penyerapan air oleh badan benda keramik atau bisa dikatakan tingkat kepadatan badan benda keramik setelah dibakar. Sifat porositas sangat penting karena dengan adanya sifat ini akan memungkinkan penguapan air pembentuk maupun air selaput keluar pada waktu proses pengeringan dan pembakaran. Dalam poses pengglasiran sifat ini juga berpengaruh terhadap penyerapan bahan glasir pada benda keramik sehingga akan memiliki daya rekat sebelum proses pembakaran glasir dilaksanakan.

Sifat porositas sangat dipengaruhi oleh kasar dan halusnya partikel-partikel tanah liat yang membentuk badan keramik. Tanah liat mengandung partikel- partikel pembentuk tanah yang terdiri dan partikel halus dan partikel kasar. Perbandingan dan besar butir dalam tanah sangat mempengaruhi sifat tanah tersebut.

Tanah liat plastis pada umumnya mengandung partikel yang lebih halus sehingga susut kering dan susut bakarnya akan tinggi dan hal ini juga berpengaruh terhadap porositasnya, tanah liat plastis cenderung memiliki sifat porositas yang rendah, sebailknya tanah liat yang kurang plastis susut kering dan susut bakarnya rendah sehingga porositasnya tinggi

Tanah liat harus cukup porous, agar:

  • air plastis (air pembentuk) yaitu sejumlah air yang ditambahkan pada tanah liat untuk dapat dibentuk) dapat menguap dengan mudah pada waktu proses pengeringan, sehingga terjadi susut kering.
  • air kimia (air yang terikat secara kimia) yaitu air yang terkandung dalam tanah liat secara alami dengan mudah dapat keluar pada awal proses pembakaran sehingga terhindar dan letusan-letusan uap dan retak-retak. bermacam gas yang timbul karena proses pembakaran zat-zat organik yang ada dalam tanah dapat keluar, pada saat proses pembakaran terjadi lagi penyusutan yang disebut susut bakar.
Besarnya angka penyusutan (susut kering dan susut bakar) dari beberapa macam tanah liat berbeda-beda tergantung dari kehalusan partikelnya, semakin halus partikel tanah liat, maka semakin banyak air pembentuk yang dibutuhkan sehingga makin besar pula angka penyusutannya.
 clip_image001 clip_image002 clip_image003
Gambar 6.14. Porositas tanah liat setelah proses pembakaran.

Suhu pembakaran sangat berpengaruh terhadap porositas dan juga kekuatan dari tanah liat yang dibakar, namun apabila suhu pembakaran terus dinaikkan maka akan terjadi proses penggelasan pada tanah liat dan kekuatannya menjadi berkurang. Hal tersebut seperti ditunjukkan pada gambar berikut.  clip_image004

Gambar 6.15. Pengaruh suhu bakar terhadap porositas dan kekuatan tanah liat


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79