Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Prinsip Kerja Listrik Tenaga Diesel – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Operasi Pusat Listrik > Prinsip Kerja Listrik Tenaga Diesel

Prinsip Kerja Listrik Tenaga Diesel

PLTD mempunyai ukuran mulai dari 40 kW sampai puluhan MW. Untuk menyalakan listrik di daerah baru umumnya digunakan PLTD oleh PLN. Di lain pihak, jika perkembangan pemakaian tenaga listrik telah melebihi 100 MW, penyediaan tenaga listrik yang menggunakan PLTD tidak ekonomis lagi sehingga harus dibangun Pusat Listrik lain, seperti PLTU atau PLTA.

Untuk melayani beban PLTD dengan kapasitas di atas 100 MW akan tidak ekonomis karena unitnya menjadi banyak, mengingat Unit PLTD yang terbesar di pasaran sekitar 12,5 MW.

Gambar III.42 menggambarkan prinsip kerja mesin diesel 4-langkah, dan Gambar III.43 prinsip kerja mesin diesel 2-langkah. Secara teoretis, mesin diesel 2-langkah dengan dimensi dan jumlah putaran per detik yang sama dibandingkan dengan mesin diesel 4-langkah, dapat menghasilkan daya 2 kali lebih besar. Hal ini disebabkan karena pada mesin diesel 2-langkah terdapat 1 kali langkah tenaga untuk setiap 2 langkah atau setiap 1 putaran, sedangkan pada mesin diesel 4-langkah, langkah tenaga terjadi langkah setiap 4 langkah atau setiap 2 putaran.

Namun dalam praktik, angka 2 kali lebih besar untuk daya yang di dapat pada mesin diesel 2 Langkah tidak tercapai (hanya sekitar 1,8 kali). Hal ini disebabkan karena proses pembilasan ruang bakar silinder mesin diesel 2-langkah tidak sebersih pada mesin diesel 4-langkah sehingga proses pembakarannya tidak sesempurna seperti pada mesin diesel 4-langkah. Karena proses pembakaran ini, maka efisiensi mesin diesel 2 langkah tidak bisa sebaik efisiensi mesin diesel 4-langkah. Pemakaian bahan bakarnya lebih boros.

Mesin diesel 2-langkah lebih cocok digunakan pada keperluan yang memerlukan penghematan ruangan, seperti pada lokomotif kereta api atau pada kapal laut. Mesin ini disebut sebagai mesin diesel 2-langkah karena dalam setiap langkahnya terjadi satu kali langkah bertenaga dengan dorongan gas hasil ledakan/pembakaran.

clip_image001

Gambar III.42 Prinsip kerja Mesin Diesel 4 Langkah. KM: Katup Masuk, KB: Katup Buang, P: Pengabut Bahan Bakar, K: Karter berisi minyak pelumas dan udara.
Gambar III.43. Prinsip kerja Mesin Diesel 2 Langkah. LM : Lubang Masuk; LB : Lubang Buang; P : Pengabut Bahan Bakar; K :Karter (berisi rninyak pelumas dan udara)


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79