1. Siapkan benda uji yang telah kering berupa lempengan tanah liat sebanyak 15 buah. Lakukan tiga kali pembakaran untuk setiap jenis formula (5 buah lempengan untuk setiap pembakaran). Buat data suhu pembakaran, catat kenaikan suhu setiap kali waktu pembakaran bertambah dan informasi lain yang diperlukan.
2. Susun benda uji yang telah kering dari beberapa formula yang dibuat untuk pembakaran yang pertama (PS.08). Letakkan PS. 08 tersebut di dalam tungku pembakaran, dan ingat pancang seger harus dapat dilihat dari lubang intai (spy hole).
3. Hidupkan tungku pembakaran sesuai dengan petunjuk pengoperasian, amati dan catat kenaikan suhu pembakaran melalui pyrometer setiap 20 menit dengan mengisi tabel 4.5. (Suhu praktek). 4. Lakukan penahan suhu selama 20 menit. Suhu pembakaran yang telah mencapai suhu yang sesuai PS. 08 ditandai dengan melengkungnya PS. 08 tersebut dan pyrometer menunjuk angka 955ºC. Kemudian matikan tungku pembakaran dan biarkan mendingin selama minimal 12 jam.
5. Ambil benda uji yang telah dibakar dari dalam tungku untuk melakukan pengujian suhu kematangan tanah liat. Lakukan hal yang sama untuk benda uji lainnya dengan pembakaran sesuai PS. 06 dan PS. 04.
Semua benda keramik yang dibakar sampai mencapai titikvitrifikasi dianggap telah mencapai titik matang dengan tanda-tanda:
a. Keras, bila diketuk akan bersuara nyaring
b. Padat, pori-pori relatif kecil atau tidak ada sama sekali karena terisi oleh leburan gelas.
c. Kedap air, tidak menyerap air sehingga dapat dipakai sebagai wadah air.
d. Warna bakar, dari warna terang ke warna gelap, tergantung pada besar kecilnya kandungan bahan pengotor, khususnya oksida-oksida logam seperti besi, mangaan dan titan.
e. Susut, akibat dari perubahan fisika dan kimia mineral tanah liat selama pembakaran dengan besar kecilnya penyusutan tergantung kepada jenis tanah liat yang digunakan.
a. Keras, bila diketuk akan bersuara nyaring
b. Padat, pori-pori relatif kecil atau tidak ada sama sekali karena terisi oleh leburan gelas.
c. Kedap air, tidak menyerap air sehingga dapat dipakai sebagai wadah air.
d. Warna bakar, dari warna terang ke warna gelap, tergantung pada besar kecilnya kandungan bahan pengotor, khususnya oksida-oksida logam seperti besi, mangaan dan titan.
e. Susut, akibat dari perubahan fisika dan kimia mineral tanah liat selama pembakaran dengan besar kecilnya penyusutan tergantung kepada jenis tanah liat yang digunakan.