Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Tutup Radiator – TN Blogs
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Komponen Alat Berat > Tutup Radiator

Tutup Radiator

Radiator dilengkapi dengan tutup radiator yang bertekanan dan menutup rapat pada radiator. Ini memungkinkan naiknya temperatur pendingin 100°C tanpa terjadi mendidih. Penggunaan tutup radiator bertekanan (pressure cap) diutamakan sebab efek pendinginan radiator bertambah dan membuat perbedaan suhu antara udara luar dan cairan pendingin. Pada tutup radiator dilengkapi relief valve dan vacuum valve seperti pada kedua gambar dibawah ini.

a) Cara kerja relief valve
Bila suhu air pendingin naik akan menyebabkan tekanan bertambah, bila tekanannya mencapai 0,3 – 1,0 kg/cm2 pada 110 – 120°C. Relief valve akan terbuka dan membebaskan kelebihan tekanan melalui overflow pipe.

 clip_image001
Gambar 4.22. Proses Kerja Relief Valve

b) Cara kerja vacuum valve
Saat suhu air pendingin turun setelah mesin berhenti dan membentuk kevakuman dalam radiator yang akan membuka vacuum valve menghisap air pendingin dari reservoir (lihat gambar 4.21 di bawah).

 clip_image002
Gambar 4.23. Proses Kerja Vacuum Valve

c) Tangki Cadangan
Reservoir dihubungkan ke radiator melalui overflow pipe. Reservoir berfungsi untuk mencegah terbuangnya air pendingin dan menjamin agar tetap dapat mengirimkan cairan pendingin. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 4.22.

clip_image003
Gambar 4.24.Reservoir Tank Dalam Keadaan Dingin dan Panas

d) Pompa Air
Pompa air berfungsi untuk memompakan cairan pendingin dari radiator ke water jacket. Umumnya yang banyak digunakan adalah tipe sentrifugal. Pompa air digerakkan oleh tali kipas atau timing belt. Contoh gambar 4.23 dibawah menunjukkan pompa air yang digerakkan tali kipas.

 clip_image004
Gambar 4.25. Pompa Air (water pump)

e) Thermostat
Thermostat berfungsi untuk mempercepat tercapainya suhu kerja mesin. Tipe thermostat yang umum di gunakan adalah tipe wax (lilin). Pada thermostat terdapat jiggle valve yang berfungsi untuk mem-perm mudah masuknya air saat pengisian. Seperti ditunjukkan gambar 4.26 di bawah ini menggunakan wax.

 clip_image005
Gambar 4.26. Themostat Dengan Wax

f) Kipas Pendingin dan Kopling Fluida
Radiator didinginkan oleh udara luar, pendinginannya tidak cukup apabila kendaraan berhenti seperti halnya pada alat berat. Untuk itu diperlukan kipas (fan) yang akan menambah pendinginan.

 clip_image006
Gambar 4.27. Konstruksi Penggerak Kipas

Kipas pendingin digerakkan oleh tali kipas atau motor listrik. Seperti ditunjukkan gambar 4.27 di atas. Kopling fluida berfungsi mendinginkan radiator dengan lebih efisien. Saat temperatur udara rendah, kecepatan kipas rendah sehingga mesin menjadi panas dan saat temperatur tinggi, otomatis putaran kipas menjadi cepat.

 clip_image007
Gambar 4.28. Kipas Radiator dan Kopling Fluida (fluid clutch)

g) Tali Kipas
Kipas pendingin umumnya digerakkan oleh tali kipas. Tali kipas terbagi menjadi V-belt dan V ribbed belt .
(1) V Belt

 clip_image008
Gambar 4.29. V belt

V belt terdapat 2 macam jenis yaitu tipe konvensional dan tipe cog. Tipe ini sering kita jumpai sebagai penggerak kipas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4.27 di atas.

(2) V Ribbed Belt
V ribbed belt mempunyai keuntungan efisiensi pemindahan tenaga yang besar dan panas yang tinggi, serta tahan lama

 clip_image009
Gambar 4.30. Konstruksi V ribbed belt


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79