" /> Sensor Dalam Kontrol Elektronik - TN Industri
Home > Pengendalian Instrumen > Sistem Digital Dasar > Sensor Dalam Kontrol Elektronik

Sensor Dalam Kontrol Elektronik

Sensor adalah piranti atau komponen yang digunakan untuk merubah suatu besaran non listrik (fisika maupun kimia) menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan rangkaian listrik tertentu. Ada beberapa istilah yang perlu diperhatikan, yaitu kesalahan (error), akurasi (accuracy), sensitivitas (sensitivity), repeabilitas (repeability), histerisis (hysterisis), linearitas (linearity). Istilah kesalahan (error) didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai variabel yang sebenarnya dan nilai pengukuran variabel.

Seringkali nilai sebenarnya tidak diketahui. Untuk kasus tertentu, akurasi akan menunjukkan range/bound kemungkinan dari nilai sebenarnya. Istilah akurasi (accuracy) digunakan untuk menentukan kesaahan (error) keseluruhan maksimum yang diharapkan dari suatu alat dalam pengukuran. Ada beberapa jenis akurasi, yaitu :
1. Terhadap variabel yang diukur
Misalnya akurasi dalam pengukuran suhu ialah 2oC, berarti ada ketidak akuratan(uncertainty) sebesar 2oC pada setiap nilai suhu yang diukur.

2. Terhadap prosentase dari pembacaan Full Scale suatu instrumen
Misalnya akurasi sebesar 0.5% FS (Full Scale) pada meter dengan 5 V Full Scale, berarti ketidakakuratan pada sebesar 0.025 volt.

3. Terhadap prosentase span (rangekemampuan pengukuran instrumen)
Misalnya jika sebuah alat mengukur 3% dari span untuk pengukuran tekanan dengan range 20 – 50 psi, maka akurasinya menjadi sebesar ( 0.03) (50 – 20) = 0.9 psi.

Istilah sensitivitas (sensitivity) didefinisikan sebagai perubahan pada output instrumen untuk setiap perubahan input terkecil. Sensitivitas yang tinggi sangat diinginkan karena jika perubahan output yang besar terjadi saat dikenai input yang kecil, maka pengukuran akan semakin mudah dilakukan. Misalnya, jika sensitivitas sensor temperatur sebesar 5 mV/oC berarti setiap perubahan input 1oC akan muncul output sebesar 5 mV.

Istilah repeabilitas (repeability) didefinisikan sebagai pengukuran terhadap seberapa baik output yang dihasilkan ketika diberikan input yang sama beberapa kali.

image
Istilah histerisis (hysterisis) didefinisikan sebagai perbedaan output yang terjadi antara pemberian input menaik dan pemberian input menurun dengan besar nilai input sama. Merupakan salah satu indikator repeatabilitas.

image

Gambar 2.21 Grafik Histerisis

Istilah linearitas (linearity) didefinisikan sebagai hubungan antara output dan input dapat diwujudkan dalam persamaan garis lurus. Linearitas sangat diinginkan karena segala perhitungan dapat dilakukan dengan mudah jika sensor dapat diwujudkan dalam persamaan garis lurus.