Sistem Kontrol Loop Terbuka
Dalam suatu sistem kontrol loop terbuka, keluaran tidak dapat dibandingkan dengan masukan acuan. Jadi, untuk tiap masukan acuan berhubungan dengan kondisi operasi tertentu, sebagai akibat, ketetapan dari sistem tergantung pada kalibrasi. Dengan adanya gangguan, sistem kontrol loop terbuka tidak dapat melaksanakan tugas seperti yang diharapkan. Sistem kontrol loop terbuka dapat digunakan, hanya jika hubungan antara masukan dan keluaran diketahui dan tidak terdapat gangguan internal maupun eksternal.
Perbandingan antara sistem kontrol loop tertutup dan loop terbuka dijelaskan dibawah ini. Suatu kelebihan dari sistem kontrol loop tertutup adalah penggunaan umpanbalik yang membuat respons sistem relatif kurang peka tarhadap gangguan ekstemal dan perubahan internal pada parameter sistem. Jadi, mungkin dapat digunakan komponenkomponen yang relatif kurang teliti dan murah untuk mendapatkan pengontrolan plant dengan teliti, hal ini tidak mungkin diperoleh pada sistem loop terbuka.
Dan segi kestabilan, sistem kontrol loop terbuka lebih mudah dibuat karena kestabilan bukan merupakan persoalan utama. Sebaliknya, kestabilan dapat menjadi persoalan pada sistem kontrol loop tertutup karena bisa terjadi kesalahan akibat koreksi berlebih yang dapat menimbulkan osilasi pada amplitude konstan ataupun berubah. Harus ditekankan bahwa untuk sistem dengan masukan yang telah diketahui sebelumnya dan tidak ada gangguan, maka disarankan untuk menggunakan kontrol loop terbuka.
Sistem kontrol loop tertutup mempunyai kelebihan hanya jika terdapat gangguan yang tidak dapat diramal dan/atau perubahan yang tidak dapat diramal pada komponen sistem. Perhatikan bahwa batas kemampuan daya keluaran ikut menentukan biaya, berat, dan ukuran sebuah sistem kontrol. Jumlah komponen yang digunakan dalam sistem kontrol loop tertutup akan lebih banyak bila dibandingkan pada sistem kontrol loop terbuka.
Sistem kontrol loop tertutup pasti membutuhkan instrumen untuk mengukur sebagian atau seluruh keluarannya. Oleh karena itu, sistem kontrol loop tertutup pada umumnya lebih besar dan mahal. Untuk memperkecil daya yang diperlukan oleh sistem, bila mungkin, dapat digunakan kontrol loop terbuka. Kombinasi yang sesuai antara control loop terbuka dan tertutup biasanya lebih murah dan akan memberikan kinerja sistem keseluruhan yang diinginkan.
Istilah sistem kontrol adaptif dijelaskan sebagai berikut. Karakteristik dinamik dari sebagian besar sistem kontrol adalah tidak konstan karena beberapa sebab, seperti memburuknya kinerja komponen dengan pertambahan waktu atau perubahan parameter dan sekeliling (sebagai contoh, perubahan massa dan kondisi atmosfir pada sistem kontrol pesawat ruang angkasa). Walaupun pengaruh perubahan-perubahan kecil pada karakteristik dinamik diredam pada sistem kontrol berumpan-balik, jika perubahan sistem dan sekeliling cukup besar, maka suatu sistem yang baik harus mempunyai kemampuan untuk memvisualkan diri (adaptasi).
Adaptasi berarti kemampuan untuk mengatur diri atau memodifikasi diri sesuai dengan perubahan pada kondisii sekeliling atau struktur yang tidak dapat diramal. Sistem control yang mempunyai suatu kemampuan beradaptasi dalam keadaan bebas disebut sistem kontrol adaptif. Pada sistem kontrol adaptif, karakteristik dinamik harus diidentifikasi setiap saat sehingga parameter kontroler dapat diatur untuk menjaga performansi optimal.
Konsep ini menarik banyak perhatian disainer sistem kontrol karena sistem kontrol adaptif, di samping mengikuti perubahan sekeliling, juga akan menyesuaikan kesalahan-kesalahan atau ketidakpastian disain teknik yang layak dan akan mengkompensasi kerusakan sebagian kecil komponen komponen sistem sehingga memperbesar keandalan sistem keseluruhan. Istilah sistem kontrol dengan penalaran dijelaskan sebagai berikut di bawah ini.
Beberapa sistem control loop terbuka yang sering dijumpai dapat diubah menjadi sistem control loop tertutup, jika operator manusia dipandang sebagai kontroler, membanding-kan masukan dan keluaran kemudian melakukan aksi koreksi yang berdasarkan selisih atau kesalahan yang diperoleh. Jika kita berusaha menganalisis sistem kontrol loop tertutup yang melibatkan operator manusia semacam itu, kita akan menjumpai persoalan yang sulit dalam menuliskan persamaan yang menggambarkan perilaku manusia.
Salah satu dari beberapa faktor yang kompleks dalam kasus ini adalah kemampuan penalaran dari operator manusia. Jika operator mempunyai banyak pengalaman, ia akan menjadi kontroler yang lebih baik, dan hal ini harus diperhitungkan dalam menganalisis sistem semacam itu. Sistem kontrol yang mempunyai kemampuan untuk menalar disebut sistem kontrol dengan penalaran (learning control system). Konsep ini masih cukup baru dan menjadi kajian yang menarik.