Sumber dan Faktor Kecelakaan Kerja
Inti penyelenggaraan keselamatan atau pencegahan kecelakaan kerja adalah pengamanan setiap sumber bahaya kecelakaan. Dalam hal ini, seluruh bahaya potensial diupayakan sedemikian rupa, sehingga kecil sekali atau tidak ada sama sekali. Sebagai misal, bagian mesin yang bergerak/ berputar adalah suatu sumber yang sewaktu-waktu bisa saja mendatangkan kecelakaan. Namun demikian suatu pagar pengaman yang dipasang dengan baik akan menghindari timbulnya kecelakaan tersebut. Pagar pengaman seperti itu mempunyai fungsi yang teramat penting.
Tindakan yang harus diambil sebagai langkah pertama ke arah pengamanan sumber bahaya kecelakaan adalah diidentifikasi yang tepat sumber bahaya itu sendiri. Identifikasi ini kadangkala sangat mudah dilakukan seolah-olah tidak mengisyaratkan sesuatu ilmu secara khusus. Oleh karena itu setiap orang diminta partisipasinya untuk melakukan identifikasi sumber bahaya kecelakaan kerja masing-masing. Untuk melaksanakannya diperlukan kemampuan observasi dan menggunakan akal biasa sebagaimana lazimnya.
Lebih jauh perlu diketahui bahwa sebenarnya identifikasi bahaya sumber kecelakaan menuntut keahlian yang professional. Sekadar mengetahui atau sadar terhadap keselamatan dan kesehatan kerja tentu saja sudah memadai. Pengetahuan dan kesadaran demikian hanya bagian awal dari upaya memasyarakatkan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3. Hanya mengetahui atau sadar tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja baru merupakan fase permulaan yang harus segera didorong ke arah sikap yang lebih positif dan tindakan nyata.
Dalam hal ini aktivitas oleh perusahaan, laboratorium, bengkel sehari-hari dalam K3 akan mampu menanamkan kebiasaan hidup dan bekerja secara selamat dan sehat pada perilaku tenaga kerja. Sumber bahaya itu dapat saja pada mesin, peralatan kerja, bangunan atau lingkungan. Melalui identifikasi yang cermat sumber bahaya demikian dapat ditunjukkan dengan pasti kemudian dilakukan pengamanannya. Dalam kaitan ini seorang ahli keselamatan kerja sering dikatakan sebagai memiliki “mata ketiga” dalam kesanggupan mengidentifikasi sumber bahaya tersebut.
Tidak pula boleh dilupakan bahwa sumber bahaya kecelakaan mungkin berada pada manusianya sendirir. Bahkan, begitu pentingnya faktor manusia sebagai penyebab kecelakaan, sehingga upaya K3 senantiasa harus memfokuskan perhatian kepada faktor manusia. Bagian ini mencoba menjelaskan beberapa sumber bahaya antara lain dari mesin, peralatan kerja, bangunan atau lingkungan dengan memberi contoh-contoh relevan sesuai spesialisasi bangunan.
Sumber bahaya dari mesin
Penjelasan ini merupakan tindakan dan perilaku pekerja yang menimbulkan keadaan tidak aman bagi dirinya seperti tergulungnya rambut yang terurai. Dapatkah Anda merenungkan, hal apa lagi yang segera terjadi pada dirinya sesudah mesin menggulung rambutnya ? Mungkin beberapa jawaban akan timbul berurutan seperti luka sobekan dikepala, sakit tidak dapat bekerja, kerugian materi dan seterusnya. Ini merupakan salah satu contoh : mesin yang memerlukan perbaikan.
Sesuai tuntutan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja, mesin ini bila digunakan sebelum diperbaiki dapat menimbulkan bahaya arus listrik bagi pemakainya akibat hubungan arus singkat.
![]()
Gambar 4.1 Tulislah pada label kertas bahwa “mesin ini jangan digunakan”