fDari namanya bisa diketahui nilai ketelitian dari alat ini yaitu dalam satuan mikron = 0,01mm. Sehingga jika dibandingkan dengan mistar sorong mikrometer memilliki ketelitian dua kali lipat dibandingkan mistar sorong dengan ketelitian 0,02mm, dan memilliki ketelitian sepuluh kali lipat dibandingkan mistar sorong dengan ketelitian 0,1mm. Sehingga untuk pengukuran bagian-bagian yang presisi dituntut menggunakan mikrometer. Sebelum digunakan mikrometer harus di kalibrasi untuk menjamin pengukuran dilakukan dengan tepat.
Langkah kalibrasi mikrometer luar sebagai berikut:
- dengan mengoperasikan rechet sampai landasan diam dan landasan gerak merapat (untuk mikrometer 0-25 mm) untuk ukuran yang lebih besar masukkan batang pengkalibrasi didalam ruang baca dan memutar rachet sampai batang benar-benar posisi lurus segaris dengan batang gerak dan landasan.
- Kunci batang gerak dengan pengunci,
- Tepatkan garis horisontal dengan angka Nol (0) dari skala nonius/vernier menggunakan tuas pengkalibrasi.
- Bebaskan pengunci batang gerak.
Terdapat 3 jenis mikrometer secara umum dalam pengelompokannya yang berdasar pada aplikasi pengukurannya, yaitu :
1) Mikrometer Luar
Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat, lapisan-lapisan, blokblok dan batang-batang.
![]()
Bagian-bagian mikrometer luar:
![]()
a. Landasan diam
b. Area pengukuran (rentang berbatas)
c. Pengunci
d. Ulir nonius
e. Skala gerak /Skala nonius
f. Selubung pengoperasian
g. Rechet pengoperasian
2) Mikrometer dalam
Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang suatu benda. Ada beberapa macam bentuk mikrometer dalam, namun penggunaan dan pembacaannya kurang lebih sama.
![]()
Gambar Mikrometer Dalam untuk pengukuran 5 – 30 mm.
![]()
Gambar Mikrometer Dalam untuk pengukuran 5 – 30 mm
Terdapat juga Mikrometer dalam yang pembacaannya dikmbinasikan dengan dial gauge di otomotif sering disebut dengan cylinder bore gauge atau dial bore gauge.
![]()
Gambar Cylinder Bore Gauge