Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Cairan Sistem Hidrolik – TN Mesin
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Perbaikan Otomotif > Dasar Sistem Hidrolik > Cairan Sistem Hidrolik

Cairan Sistem Hidrolik

Sistem Hidrolik
Hidrolik berasal dari bahasa ‘Greek‟, terdiri dari kata’hydro’ yang berati air dan’aulos‟ yang berarti pipa. Sehingga hydrolik dapat diartikan sebagai sistem yang menerapkan pipa dengan cairan. Namun pada masa sekarang ini sistem hidrolik kebanyakan tidak hanya menggunakan air tetapi campuran air bercampuran (water emulsion) atau oli saja.

Fungsi / tugas cairan hidrolik
Fungsi atau tugas cairan hidrolik adalah :
 – Penerus tekanan atau penerus daya.
 – Pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak
 – Pendingin
 – Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah.
 – Pencegah korosi
 – Penghanyut bram/chip yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen.
 – Sebagai pengirim isyarat (signal)

Viskositas (Kekentalan) cairan
Yang dimaksud dengan viskositas ialah berapa besarnya tahanan di dalam cairan itu untuk mengalir. Apabila cairan itu mudah mengalir dia dikatakan bahwa viskositasnya rendah.dan kondisinya encer. Jadi semakin kental kondisi cairan dikatakan viskositasnya semakin tinggi.

Satuan viskositas
Untuk mengukur besar viskositas diperlukan satuan ukuran. Dalam sistem standar internasioanal satuan viskositas ditetapkan sebagai viskositas kinematik(kinematic viscosity) dengan satuan ukuran mm2/s atau cm2/s.
VK dalam satuan 1 cm2/s = 100 mm2/s.
cm2/s juga diberi nama Stokes (St) berasal dari nama Sir Gabriel Stokes (1819-1903).
mm2/s disebut centi-Stoke ( cSt). Jadi 1 St = 100 cSt

Disamping satuan tersebut di atas terdapat satuan yang lain yang juga digunakan dalam sistem hidrolik yaitu :
Redwood 1; satuan viskositas diukur dalam sekon dengan simbol ( R1 ).
Saybolt Universal; satuan viskositas juga diukur dalam sekon dan dengan simbol (SU).
Engler; satuan viskositas diukur dengan derajat engler ( 0E )

Untuk cairan hidrolik dengan viskositas tinggi dapat digunakan faktor berikut:
R1 = 4,10 VK
SU = 4,635 VK
E = 0,132 VK.
VK = Viskositas Kenematik

Dalam standar ISO viskositas cairan hidrolik diklasifikasikan menjadi beberapa viscosity Grade dan nomor gradenya diambil kira-kira pertengahan antara viskositas minimum ke viskositas maximum.

Tabel berikut ini menunjukkan daftar viskositas grade ISO
image

Jadi yang digunakan untuk pemberian nomor VG adalah angka pembulatan dari pertengahan diantara viskositas min. dan viskositas max. Misal : ISO VG 22 , angka 22 diambil dari rata-rata antara 19,80 dan 24.20. Karena oli untuk pelumas gear box juga sering digunakan untuk instalasi hidrolik maka grade menurut SAE juga dibahas di sini. Berikut ini adalah grading berdasarkan SAEdan konversinya dengan ISO-VG. Dijelaskan juga di sini aplikasi penggunaan oli hidrolik sesuai dengan nomor gradenya.

Tabel grading berdasarkan SAEdan konversinya dengan ISO-VG
image


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79