Momen Inersia

a. Momen Inersia Terhadap Sumbu Mendatar (X-X)
Momen inersia penampang terhadap suatu garis yaitu jumlah luas penampang (elemen) terkecil dikalikan dengan kwadrat jarak normal terhadap titik beratnya, atau luas penampang dikalikan kwadrat jaraknya. Jika luas penampang elemen-elemen terkecil adalah dA1 , dA2 , dA3 …. dAn dan jarak dari penampang ke garis X-X adalah y1 , y2 , y3 …… yn , maka momen inersia penampang terhadap garis X-X dapat ditulis dengan persamaan berikut :
Ix = A.Y2

Lihat gambar berikut

image

Gambar 5.2 Momen inersia terhadap sumbu x

b. Momen Inersia Terhadap Garis Sumbu Vertikal (Y-Y)
Jika luas penampang elemen-elemen terkecil adalah dA1 , dA2 , dA3 …. dAn dan jarak dari penampang ke garis Y-Y adalah X1 , X2 , X3 …… Xn , maka momen inersia penampang terhadap garis Y-Y dapat ditulis dengan persamaan berikut :

Iy = A.X2

Lihat gambar halaman berikut

image

Gambar 5.3 Momen inersia terhadap sumbu y

 

c. Momen Inersia Polar
Momen inersia polar yaitu momen inersia penampang terhadap suatu titik atau perpotongan garis sumbu X-X dan sumbu Y-Y, besarnya dihitung berdasarkan jumlah luas penampang-terkecil dikalikan dengan kwadrat jari jari atau jarak normal terhadap titik beratnya. Jika luas penampang elemenelemen terkecil adalah dA1 , dA2 , dA3 …. dAn dan jarak dari penampang ke titik potong sumbu X,Y adalah r1 , r2 , r3 …… rn , maka momen inersia polarnya dapat ditulis dengan persamaan berikut :

Ip = A.r2

Lihat gambar halaman berikut.

image image

Gambar 5.4 Momen inersia polar

 

Menurut Phitagoras :
r2= x2+y2

Maka
Ix= Iz + A . a2

image

Gambar 5.5 Momen inersia suatu penampang

Keterangan :
Iz = Momen inersia penampang sendiri melalui titik beratnya
Ix = Momen inersia terhadap suatu garis x-x dalam satuan cm4.

TN

"Tasikmalaya, Indonesia"


"My Facebook"


"My Instagram"


"My Twitter"