Home > Perbaikan Otomotif > Komponen Hidrolik > Pelepasan Dan Pemasangan Komponen

Pelepasan Dan Pemasangan Komponen

MASA LALU
Metode pelepasan dan pemasangan komponen pada mesin-mesin alat berat pada masa awal masih sangat sederhana. Saat itu peralatan khusus yang digunakan atau prosedur bakunya masih sangat sedikit. “Tujuan melepas dan memasang komponen adalah untuk melepas komponen secepatnya, memperbaiki seperlunya dan memasangnya kembali agar mesin tersebut bisa segera dipakai lagi.” Peralatan utama pelepasan dan pemasangan komponen terdiri dari kunci pas ujung terbuka, palu dan batang pengungkit serta rantai.

Pentingnya faktor kebersihan dalam proses perbaikan alat berat jarang sekali mendapat perhatian. Penetapan dan perbaikan sumber penyebab kerusakan merupakan konsep yang belum dikenal. Petunjuk dan prosedur perbaikan diberikan secara singkat dan sederhana.

Perbaikan besar seringkali dilakukan tanpa membongkar komponen dari mesin. Buku pedoman perbaikan pada jaman dulu berisi penjelasan prosedur-prosedur servis yang dilakukan dalam kondisi ideal saat itu. Sehingga tingkat keparahan kontaminasi dan kerusakan yang sebenarnya perbaikan tidak bisa diketahui pasti.
clip_image004
Gambar 3.1 Mesin jaman dulu

Di penghujung tahun 1950-an, mesin alat berat maupun prosedur perbaikannya sudah jauh lebih kompleks dan canggih. Teknologi mesin yang maju pesat membuat buku panduan, pelatihan dan peralatan semakin berkualitas. Dengan kemajuan ini, komponen-komponen yang lebih kompleks bisa diperbaiki dengan cepat dan efektif. Namun, fokus utamanya masih tetap pada bagaimana melakukan perbaikan secepat mungkin untuk meminimalkan waktu dan agar mesin bisa segera dioperasikan lagi.

Usaha memperbaiki komponen pelepasan dan pemasangan, mencari sumber penyebab kerusakan komponen atau  memperpanjang usia pakai tidak banyak mendapatkan perhatian.
clip_image008
Gambar 3.2 Mesin yang lebih modern

MASA KINI
clip_image010

Industri pertambangan berperan besar dalam perubahan fokus perbaikan mesin, dari pengurangan waktu istirahat menjadi pengurangan biaya operasi. Pengurangan biaya produksi merupakan langkah yang harus dilakukan agar bisa bertahan dalam bisnis yang persaingannya sangat ketat.

Karena mesin-mesin produksi merupakan komponen terbesar dari investasi modal, maka pemanfaatannya harus dimaksimalkan dan biaya per ton-nya harus ditekan. Ketersediaan mesin adalah faktor penting yang menentukan kinerja, namun yang tak harus kalah pentingya adalah mengatur biaya daur hidup komponen utama agar biaya per ton bisa optimal.