" /> Pemeliharaan Silinder Hidrolik - TN Mesin
Home > Perbaikan Otomotif > Dasar Sistem Hidrolik > Pemeliharaan Silinder Hidrolik

Pemeliharaan Silinder Hidrolik

Seperti yang pernah diterangkan pada bab sebelumnya, konstruksi silinder hidrolik sangat kuat, untuk mengetahui gangguan penyebab kerusakan silinder adalah terletak di seal dan pasak. Pada dasarnya terdapat 2 (dua) penyebab kerusakan yaitu kebocoran dalam dan kebocoran luar.
a. Kebocoran luar : jika tutup ujung silinder bocor, sebaiknya dikencangkan pengikat tutupnya. Apabila masih gagal untuk menghentikan kebocoran sebaiknya ganti gasket dan sealnya. Jika kebocoran silinder disekeliling batang piston maka seal dan gasketnya langsung ganti saja. Apabila hal ini sudah anda lakukan tetapi masih bocor maka periksalah
a) Penyangga, sebab mungkin saja pasak dan baut-bautnya masih longgar (kurang kencang).
b) Batang piston, kemungkinan pemasangan batang piston tidak segaris atau mungkin batang piston terbebani pada satu sisi saja.
c) Pelumasan, kemungkinan kekurangan pelumas pada batang piston, hal ini dapat menimbulkan packing batang piston tergores dan terkikis akibatnya langkah silinder jadi tidak menentu.
d) Kotoran-kotoran pada batang piston atau torak, hal ini disebabkan pada saat batang piston memanjang maka dapat tertempel oleh debu atau kotoran yang lain, kemudian pada saat mundur membawa kotoran-kotoran yang merusak packing batang piston.
e) Cacat pada batang piston, hal ini disebabkan batang piston yang tidak terlindung dapat terkena oleh benturan-benturan benda keras.

b. Kebocoran Dalam : Kebocoran bisa melewati seal-seal piston didalam silinder dapat menimbulkan gerakan-gerakan yang lemah dan lamban. Kebocoran piston dapat disebabkan oleh keausan seal atau cincin piston, atau goresan – goresan.

Sebagian besar penyebab kerusakan pompa adalah kurangnya pemeliharaan, penggunaan oli yang kotor, pompa sudah melewati batas operasional, perbaikan (repair) yang jelek, dan lain-lain. Apabila kerusakan pompa disebabkan oleh kurangnya pemeliharaan , berikut ini cara pemeliharaannya.
1. Operasikan pompa sesuai dengan batas yang disarankan oleh pabrik pembuatnya.
2. Pasanglah pompa dengan dudukan yang kuat, agar tidak timbul getaran.
3. Selama pengoperasian periksalah pompanya, apakah panas yang timbul cukup tinggi atau tidak
4. Gunakan jenis minyak hidrolik yang sesuai , dan gantilah minyak tersebut secara periodik, jika tidak hal ini dapat menyebabkan panas yang tinggi.
5. Gunakan jenis (type) filter yang sesuai, agar partikel-partikel yang berukuran kecil mampu tersaring, sehingga kotoran tidak ikut masuk kedalam sistem hidrolik (termasuk pompa).
6. Usahakan seluruh oli masuk ke dalam pompa, agar tidak terjadi kavitasi, dengan cara mengatur ketinggian permukaan oli dengan saluran masuk pompa.
7. Periksa saluran yang akan masuk kedalam pompa, apakah tersumbat atau tidak, sebab jika tersumbat akan menyebabkan udara masuk ke dalam sistem yang menimbulkan fluida berbuih.

Akan tetapi sebelum membongkar pompa tersebut sebaiknya dicari dulu penyebabnya, dan bagaimana cara pemeriksaannya.
Catatan: setiap memasang kembali pompa ke sistem hidrolik, pompa harus di-prime, yaitu mengisikan pompa dengan oli, dengan tujuan utama untuk lubrikasi dan meningkatkan tingkat pengisapannya.