Home > Perbaikan Otomotif > Dasar Sistem Hidrolik > Pemeliharan Katup Hidrolik dan Perbaikannya

Pemeliharan Katup Hidrolik dan Perbaikannya

Valve pada umumnya tidak menggunakan packing, hal ini disebabkan karena kebocorannya kecil. Akan tetapi karena fluida yang mengalir pada sistem hidrolik selalu diikuti oleh sejumlah kotoran, serabut, karat, dan lain-lain, maka lambat laun lubang-lubang valve ini akan tersumbat, tergores atau bahkan bocor. Jika hal ini sampai terjadi , akan menyebabkan tekanan fluida menjadi turun (drop). Untuk itu fluida hidrolik harus benar-benar diperhatikan dengan seksama dan cara pengoperasian haruslah hati-hati.

Cara perbaikan valve hidrolik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • · Putuskan hubungannya dengan sumber daya listrik, sebelum melepas komponen valve hidrolik. Untuk mencegah hubungan singkat.
  • · Sebelum membongkar komponen valve hidrolik, sebaiknya tuas kontrolnya digerakkan kesegala arah agar tekanan sisa yang ada di dalam valve dapat terbebas.
  • · Selama pembongkaran sebaiknya menandai bagian-bagiannya yang berguna untuk memudahkan dalam pemasangan jangan sampai menukar-nukar spool valve ke badan valve yang lain walaupun sejenis, hal ini untuk menghindari kesalahan pemasangan dan usahakan urutan pembongkaran berkebalikan urutan pemasangan.

Apabila melakukan penjepitan valve pada ragum sebaiknya menggunakan pelindung (alas) yang terbuat dari aluminium, kuningan, untuk menghindari luka pada valve yang sedang dijepit atau bisa juga valve tersebut dibungkus dulu dengan bahan-bahan lunak.

  • · Seluruh rumah valve yang terbuka harus disekat atau ditutup ketika komponen-komponennya dilepas dan diperbaiki hal ini untuk menghindari masuknya kotoran.
  • · Cuci seluruh komponen valve dengan larutan pembersih, sampai kotoran yang ada didalam komponen tersebut benar-benar bersih, kemudian keringkan dengan menyemprotkan udara bertekanan lalu dibersihkan dengan menggunakan kain lap yang lunak dan bersih.
  • · Setelah bagian-bagian valve dibersihkan dan dikeringkan kemudian segera dilapisi dengan oli hidrolik anti karat, kemudian dipasang kembali.
  • · Periksa kerenggangan pegas valve dengan menggunakan penguji keregangan valve (fuller), jika valve sudah aus dan lemah sebaiknya diganti saja.

Pemeliharaan valve
Apabila pada pompa hidrolik sudah benar-benar yakin tidak ada masalah, maka yang perlu diperhatikan adalah valve, sebab valve ini dapat menurunkan kinerja dari sistem hidrolik. Adapun cara pemeliharaan adalah sebagai berikut :
1. Periksalah setting tekanan pada valve, sebab jika terlalu rendah akan menyebabkan fluida yang berasal dari pompa melalui valve / katup ini akan dikembalikan lagi ke tangki tanpa akan menuju ke elemen penggerak (Aktuator).
2. Bersihkan komponen-komponen valve tersebut menggunakan zat pembersih, sebab jika tidak dibersihkan maka pada valve tersebut akan terdapat endapan kotoran yang dapat memacetkan gerakan valve tersebut.
3. Setelah semua komponen valve terpasang, cobalah memeriksa posisi valve, sebab mungkin saja salah memasangnya misalnya saja valve pengarah posisi tengah membuka tanpa sengaja di setel pada posisi netral, maka akibatnya oli akan mengalir kembali ke tangki tanpa ada tekanan yang cukup untuk menggerakkan elemen yang lain.

Simpanlah valve tersebut pada tempat yang aman (lemari) agar terhindar dari kotoran (debu) sekeliling.