" /> Petunjuk Keselamatan & P3K - TN Mesin

Petunjuk Keselamatan & P3K

Dengan memperhatikan dan mengikuti prosedur operasional standar yang berlaku, maka kecelakaan akibat tersengat arus listrik dapat dihindarkan, walaupun kita harus bekerja di daerah yang bertegangan tinggi sekalipun. Terjadinya sengatan arus listrik, menandakan bahwa peralatan tersebut tidak ditangani dengan baik. Berikut ini diberikan Petunjuk praktis keselamatan kerja, menghindari bahaya sengatan arus listrik, yaitu:
(1) Dalam melakukan instalasi peralatan listrik, selalu mengikuti prosedur standar yang berlaku baik secara lokal maupun nasional.
(2) Pastikan catu daya listrik sudah diputuskan melalui panel distribusi atau panel kontrol yang ada.
(3) Pastikan kondisi peralatan apakah masih bertegangan atau tidak bertegangan.
(4) Bila bekerja di tempat yang basah pastikan sudah memakai alat pelindung diri yang layak dan aman.
(5) Pastikan tubuh kita tidak menjadi bagian dari rangkaian listrik, sehingga terkena sengatan arus listrik.
(6) Gunakan selalu peralatan tangan bermesin yang dilengkapi dengan kawat pentanahan.
(7) Jangan memakai cincin, arloji, atau perhiasan lainnya ketika sedang bekerja dengan sumber listrik.
(8) Jangan menggunakan tangga aluminium jika bekerja di dekat rangkaian listrik yang aktif.
(9) Gunakan sepatu yang dilengkapi dengan insulation sole & Heel.
(10) Pastikan peralatan yang akan digunakan dalam kondisi prima.

Untuk menjamin keselamatan kerja di area bertegangan listrik, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:
 tidak menyentuh sesuatu yang tidak kita inginkan.
 menjauhkan atau memindahkan peralatan lain, hingga tiga meter dari jala-jala tegangan tinggi.
 tidak menutup kontak (mengaktifkan) sakelar yang tidak kita ketahui fungsinya.
 sedapat mungkin hindari bekerja pada sirkit yang masih bertegangan.
 tidak menyentuh obyek pentanahan ketika sedang bekerja pada suatu peralatan listrik.
 memastikan nilai besaran tegangan yang ada pada peralatan listrik yang sedang diperbaiki. Karena pada beberapa masin memiliki banyak variasi tegangan, misalnya 24 VDC, 120 VAC, dan 440 VAC.
 tidak menyentuh mesin atau peralatan listrik yang sedang bekerja.
 memastikan seluruh sambungan atau koneksi listrik dalam kondisi kokoh dan kuat, karena dalam banyak kasus hal ini dapat memicu terjadinya kebakaran akibat listrik.
 bila bekerja pada peralatan yang bertegangan di atas 30 volt, hanya menggunakan satu tangan, dan menjauhkan satu tangan lainnya agar bahaya sengatan arus listrik melalui pundak dapat dihindari.
 Mengosongkan atau membuang muatan listrik pada kapasitor sebelum kapasitor tersebut dibuka atau dilepas.

Pada peristiwa kecelakaan terkena aliran listrik, biasanya penderita terjatuh setelah aliran listrik putus. Jika tempat kejadian itu membahayakan, misalnya di atas tiang, atap yang landai, atau kuda-kuda bangunan, sering orang mengalami kecelakaan yang lebih berat. Dalam hal ini pertolongan pertama pada kecelakaan yang dilakukan oleh seorang ahli atau pembantu dokter, tidak dimaksudkan untuk mengambil alih tugas dokter melainkan semata-mata merupakan pertolongan darurat sampai dokter datang.

Untuk membantu korban tersengat listrik, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan korban dari kontak terhadap alat yang bertegangan listrik. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tongkat yang terbuat dari bahan isolator, misalnya kayu atau plastik. Jangan menyentuh korban, hingga korban sudah terbebas dari tegangan listrik.