Kelistrikan Refrigerasi Domestik

Sistem Kelistrikan Refrigerasi Domestik

Dengan semakin kompleknya sistem refrigerasi dan tata udara dewasa ini, para teknisi/mekanik harus mampu membaca dan menginterprestasi seluruh jenis diagram listrik. Diagram listrik memuat informasi berharga tentang instalasi listrik dan operasi peralatan listrik. Para mekanik yang memasang suatu peralatan listrik misalnya peralatan tata udara sangat tergantung pada diagram pengawatan yang dikeluarkan oleh pabrikannya agar dia dapat memasang peralatan tersebut dengan semestinya.

Para teknisi menggunakan diagram listrik sebagai acuan atau rujukan untuk melakukan pelacakan gangguan sistem kelistrikan dari suatu unit peralatan listrik. Ada tiga jenis diagram yang lazim digunakan di industri, yaitu diagram skematik, diagram ladder, dan diagram pengawatan atau diagram koneksi. Dalam dunia refrigerasi dan tata udara, diagram listrik yang sering digunakan juga bervariasi tergantung pabrikan pembuatnya.

Simbol Komponen Listrik
Satu hal yang tidak mungkin dalam membangun diagram listrik adalah, memuat seluruh komponen yang digunakan pada suatu unit peralatan refrigerasi dan tata udara di dalam diagram listrik, karena akan terlalu memakan tempat dan menjadi terlalu rumit bila disertai dengan cara penyambungan antar komponen. Oleh karena itu, mengapa diagram listrik menggunakan simbol-simbol untuk merepresentasikan komponen-komponen listrik yang digunakan pada suatu unit peralatan refrigerasi dan tata udara.

Komponen listrik yang digunakan pada system refrigerasi dan tata udara dapat dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu (1) beban listrik, (2) sensor, yang terdiri dari piranti kontrol, dan piranti pengaman atau proteksi. Beban listrik yang digunakan pada peralatan refrigerasi dan tata udara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu beban listrik yang digunakan sebagai penggerak dan beban listrik yang digunakan untuk keperluan lainnya. Beban listrik yang digunakan sebagai penggerak dibedakan menjadi dua, yaitu yang menghasilkan gerakan rotari dan yang menghasilkan gerakan translasi.

Beban listrik yang menghasilkan gerakan rotari lazim disebut sebagai motor. Bila tenaga penggeraknya energi listrik disebut motor listrik. Beban listrik yang menghasilkan gerakan translasi adalah koil solenoid. Dan beban listrik untuk keperluan lainnya adalah elemen pemanas (heater) dan lampu. Para teknisi/mekanik harus mampu mengidentifikasi sebagian besar simbol yang digunakan dan mengetahui di mana melihat posisinya dalam suatu peralatan listrik.

Sebagian besar pabrikan menggunakan simbol-simbol yang sama pada diagram listrik yang digunakannya, walaupun begitu sering dijumpai masih adanya beberapa perbedaan yang bersifat minor. Jadi pemahaman dasar tentang simbol dasar kelistrikan merupakan hal yang paling penting bila ingin berhasil di dunia industri. Kita mulai pembelajaran kita dengan diskusi berbagai jenis beban listrik yang digunakan di dunia refrigerasi dan tata udara dan simbol dasar yang digunakan oleh setiap komponen. Selanjutnya akan didiskusikan pula berbagai piranti kontrol otomatik dan piranti pengaman.

Unit refrigerasi dan tata udara menggunakan motor listrik untuk mengoperasikan kompresor, fan kondensor, fan evaporator, dan defrost timer. Unit refrigerasi menggunakan berbagai jenis rele dan kontaktor untuk membangun sistem kontrol.Unit refrigerasi dan tata udara menggunakan elemen pemanas (heater) untuk keperluan pencairan bunga es di evaporator, dan menggunakan lampu untuk penerangan dan sebagai tanda. Yang masuk dalam kategori sensor adalah berbagai sakelar otomatik seperti room thermostat, pressure switch, rele beban lebih (overload protector), defrost terminator thermostat, dll.

Taufiqullah

Taufiqullah