" /> Awal Penemuan Api - TN Seni

Awal Penemuan Api

Kejadian ini menjadi awal terciptanya benda-benda atau wadah-wadah yang terbuat dari tanah liat dengan bantuan api. Ketika tanah liat dikenai api, maka perubahan kimia akan terjadi, yaitu tanah liat basah menjadi keras dan mempertahankan bentuknya, yaitu tetap pada bentuknya meskipun terkena air. Dengan hasil tersebut, maka sekarang manusia dapat menyimpan bahan makanannya. Meskipun cuaca basah, hal itu akan menghancurkan wadah tersebut. Dengan menambahkan tutup yang baik, maka hama tidak akan masuk untuk merusak bahan makanan yang disimpan dalam wadah tersebut.

Tungku Primitif
image
Gambar 6. Ilustrasi pembakaran keramik pada jaman Mesir Kuno

Ketika kegiatan pembuatan barang-barang keramik mulai tertata dan terorganisasi, mulailah diperlukan cara membakar keramik yang baik. Pada mulanya manusia membuat lubang yang tidak terlalu dalam, kemudian benda-benda keramik disusun dalam posisi terbaik, lapisan demi lapisan. Setelah itu ditutup pecahanpecahan gerabah dari pembakaran sebelumnya untuk menjaga bakaran dari angin dingin sehingga terhindar dari resiko pecah.

Terakhir diletakkan semak belukar di atasnya dan api unggun mulai dinyalakan. Pembakaran ini biasa disebut pit firing.
image
Gambar 7. Pit firing

Perkembangan pembakaran barang-barang keramik menunjukkan adanya perubahan metode pembakaran, yaitu dari api unggun menjadi model tungku. Model tungku bertujuan untuk lebih memudahkan pengontrolan api. Udara panas akan naik, dan ini menjadi prinsip utama pengembangan tungku saat itu. Penemuan tungku updraft (api naik) dapat diketahui dari beberapa ilustrasi kuno, terutama jaman Mesir Kuno. Pembakaran sederhana dengan tungku ini dimulai dengan jenis tungku bank kiln.