Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Bahan Politur Biasa (Franch Polish) – TN Seni
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Teknologi Bahan Furnitur > Bahan Politur > Bahan Politur Biasa (Franch Polish)

Bahan Politur Biasa (Franch Polish)

Sejak dahulu jika orang ingin membuat tampilan akhir yang bagus dari suatu produk yang terbuat dari kayu (Furnitur kayu), maka mereka akan melapiskan politur atau vernis karena politur adalah citra manusia exclusive sejak jaman dahulu. Bahan dasar politer, yaitu :
o bahan dasar chellac asli
o shellac pabrik
o bleached lac

a) Bahan dasar Shellac Asli
Shellac diperoleh dari resin keras yang disebut lac, dihasilkan dari kulit yang tipis dari serangga yang berada pada pepohonan yaitu semacam species pohon ara yang terdapat di Bengali, Siam, China, Ceylon, Burma, dan Kepulauan Malaka. Bahan ini dikenal dengan resin murni yang dihasilkan langsung melalui aktifitas serangga. Jenis serangga betina yang banyak menghasilkan shellac, mereka menerobos kulit kayu pohon ara dan mendesak getahnya dalam pertumbuhan batang.

Perpindahan tempat serangga dari cairan getah sampai pada tetesan pasta berwarna merah delima, lalu kemudian mengeras pada sarang serangga. Kegiatan serangga yang terus menerus tersebut, kemudian akhirnya dapat merubah getah menjadi material yang menyelimuti sarang keras serangga hingga ketebalannya sampai ½”.

b) Shellac Pabrikan
Jika diperhatikan sekilas, lac dari serangga yang mengeras pada permukaan batang kayu ara, dapat dipatahkan dengan berbagai ukuran dari 15 sampai dengan 30 cm, lac ini disebut stick-lac. Stick-lac dikikis dengan gerinda atau scraper,lac dipisahkan dari sarang keras serangga dan dibentuk pellet menyerupai biji-bijian disebut Seed-Lac. Seed lac dicuci agar bebas dari warna tua dan dari benda-benda lain yang melekat padanya.

Setelah kering, lalu ditempatkan pada kantung kain katun berdiameter + 7,5 cm, dengan panjang bervariasi . Kedua ujung kantung disangga oleh pengikat kemudian dipanaskan pada bara api arang. Dengan pemanasan yang berangsur, Lac meleleh dan lalu ditebarkan hingga menjadi lembar tipis sekali pada drum porselin yang dingin, lapisan tipis inilah yang disebut Shellac. Pada pelunakan awal yang dijatuhkan berbentuk gumpalan– gumpalan pada palt pendingin dibentuk semacam kue berdiameter 5 s.d 7cm dengan ketebalan 3mm.

Ini disebut button lac, biasanya dbungkus plastik berlabel kualitas lac tersebut. Kondisi awal lac yang berwarna tua dan kotor hasil dari proses pelelehan dan penyucian, dalam perdagangan disebut garnet lac, Garnet Lac ini selain sebagai bahan shellac, juga dapat dijadikan bahan hiasan atau permata tiruan yang berwarna merah delima.

1) Komposisi Lac
Prosentase unsur pokok yang terdapat pada shellac bervariasi tergantung dari jenis pohon, tempat/lokasi , cuaca, namun secara umum, kandungan material shellac terdiri dari :
Lac resin 65 – 70%
Lac wax 3 – 5 %
Gluten 4 – 6 %
Pewarna 10 – 12%

Prosentase di atas belum termasuk benda benda yang tidak berguna. Seperti bangkai serangga, kotoran dan lain – lain. Keberadaan lac wax berfungsi sebagai penambah kekuatan tarik dan memperendah tahanan kelembaban. Pada campuran alkoho,l wax menampilkan campuran yang keruh. Bahan pewarna pada lac yang asli terdiri dari dua pewarna (dye), satu larut dalam air, satu larut dalam spiritus. Banyak air melarutkan dye ketika seed lac dicuci. Pada waktu tertentu, sebelum nilai resin shellac diketahui. Lac malah dipanen /diambil untuk dijadikan shellac warna (dye shellac). Tetapi kebanyakan dye dari shellac dilarutkan dengan spiritus, dan jika secara kimia shellac diwax, maka warna shellac ini akan menjadi bening.

2) Bleached Lac
Bleached lac digunakan pada finishing kayu, secara kimia memiliki unsur sebagai penghilang warna dan juga berakibat berubahnya kualitas material itu sendiri. Satu cara bleaching adalah merebus shellac orange yang encer, dilarutkan pada carbone potash dan potash akan meleleh mengendap di bawah air dan tunggu sampai shellac menjadi putih.

Cara lain adalah melarutkan shellac dalam alkali dan kemudian melewati cucuran gas chlorine menjadi larutan. Ini dikerjakan di bawah air sampai memutih. Pada kegiatan yang teliti dan besar yang dikomersilkan, digunakan sodium hypochlorite dan dinetralkan dengan sulpuric asid diteruskan dengan penyaringan dan pencucian.


Notice: Undefined index: tie_hide_share in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/single.php on line 79