Pembentukan benda keramik dengan berbagai keteknikan membutuhkan tanah liat yang harus memiliki sifat-sifat yang dipersyaratkan karena akan sangat berpengaruh pada waktu proses pembentukan dan pada hasil akhir. Keberhasilan atau kegagalan dalam membuat benda keramik akan tergantung pada bagaimana melakukan proses tersebut diatas.
Tanah liat juga harus mempunyai kemampuan bentuk, yaitu kualitas penopang bentuk selama proses pembentukan berlangsung yang berfungsi sebagai penyangga. Tanah liat yang memiliki kemampuan bentuk akan mampu mempertahankan bentuknya, baik sewaktu proses pembentukan berlangsung maupunsetelah pembentukan selesai. Tanah liat yang dibentuk akan tetap mempertahankan bentuknya apabila mempunyai plastisitas dan kemampuan bentuk yang baik, dalam hal ini dapat dikatakan bahwa tanah liat tersebut memiliki daya kerja.
![]()
Gambar 19. Tanah liat yang memiliki daya kerja/plastisitas
Daya kerja tanah liat dipengaruhi oleh plastistasnya.Tanah liat dengan plastisitas yang tinggi atau sebaliknya (plastisitas rendah) cenderung kurang memiliki daya kerja.Untuk dapat digunakan dengan baik, maka tanah liat tersebut harus diperlakukan secara khusus agar memiliki daya kerja yang cukup. Apabila terlalu plastis,tanah liatharus ditambahkan fire clay atau grog atau dengan caramengurangi kandungan ball clay. Tanah liat yang plastistasnya terlalu rendah diatasi dengan menambahkan ball clay atau bentonite.