Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Keselamatan Kerja Pembakaran Keramik – TN Seni
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Benda Keramik > Pembongkaran Tungku Keramik > Keselamatan Kerja Pembakaran Keramik

Keselamatan Kerja Pembakaran Keramik

Dalam sebuah industri yang menghasilkan produk, aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) harus menjadi perhatian penting. Aspek ini harus diperhatikan mengingat keselamatan manusia merupakan sesuatu yang paling utama di antara semua aspek lainnya. Selain menghasilkan barang, dalam kerajinan/industri keramik juga terdapat aspek-aspek yang berpotensi menimbulkan kerugian/gangguan pada tubuh manusia. Aspek bahaya itu dapat diminimalisasi apabila kita memperhatikan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja.

Aspek bahaya (hazardeous) dapat ditimbulkan dari proses yang dikerjakan atau dari bahan yang digunakan.
1) Proses
Ada proses-proses yang mengharuskan kita untuk sangat berhati-hati dan wajib menerapkan prosedur K3. Hal-hal dalam proses yang berpotensi berbahaya yang berhubungan dengan pembakaran benda keramik misalnya: 

  • Tidak menggunakan sarung tangan anti panas untuk melindungi tangan ketika mengambil benda dari tungku. 
  • Tidak berhati-hati ketika melihat keadaan di dalam tungku. Kita dapat mengintip melalui spy hole. Karena keadaan di dalam tungku sangat pijar, maka kita harus menggunakan kacamata pelindung khusus.

image
Gambar 45. Pemakaian kacamata pelindung dan sarung tangan pada proses pembakaran

Beberapa langkah yang kiranya perlu untuk ditindaklanjuti dalam rangka peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, diantaranya adalah : 

  • Bahan-bahan yang berpotensi mendatangkan bahaya (bahan beracun) perlu disimpan di tempat yang aman dan diberi label atau keterangan tentang kemungkinan bahaya yang ditimbulkan. 
  • Adanya petunjuk tertulis tentang penanganan bahan-bahan beracun yang dapat menimbulkan bahaya.

image
Gambar 46. Bahan-bahan harus diberi label peringatan bahaya

  • Adanya petunjuk atau instruksi tentang penggunaan alat keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya dalam menghadapi bahaya yang ditimbulkan dalam pemakaian alat atau penggunaan bahan-bahan beracun.
  • Adanya petunjuk tertulis tentang tanda-tanda keracunan awal seperti pusing kepala, mabuk, dan sebagainya dan langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha penyelamatan.

image
Gambar 47. Bahan-bahan berbahaya dipampang untuk mendapat perhatian agar resiko dampak dapat diketahui 

  • Adanya petunjuk atau rambu-rambu tentang penyimpanan dan pembuangan bahan-bahan yang berpotensi mendatangkan bahaya. 
  • Ruangan yang digunakan dalam pekerjaan pengolahan bahan, pengglasiran dan pembakaran perlu ventilasi yang memadai. 
  • Perlu adanya perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja seperti pakaian kerja, masker, sarung tangan, kacamata terang dan gelap, pemadam kebakaran, dan lainlain. 
  • Penerangan yang cukup pada setiap ruangan. 
  • Tersedianya air bersih pada bengkel produksi.

2) Bahan
Beberapa bahan mentah yang digunakan dalam industri keramik mempunyai tingkat kandungan racun yang berbedabeda. Timbal, Asbes, Arsen dan Barium merupakan bahan yang dikenal secara luas sebagai bahan yang paling berpotensi menimbulkan keracunan apabila sampai terhirup atau tertelan. Efek yang dapat ditimbulkan oleh bahan-bahan beracun tersebut pada umumnya adalah gangguan pada saluran pernafasan, radang kulit, kerusakan syaraf, dan bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan.