Pada umumnya jaringan drainase direncanakan untuk mengalirkan kelebihan air secara gravitasi. Pembuangan kelebihan air dengan pompa biasanya secara ekonomis tidak layak. Daerah-daerah irigasi dilengkapi dengan bangunan pengendali banjir di sepanjang sungai untuk mencegah masuknya air banjir ke dalam sawah irigasi. Di daerah yang diairi secara teknis jaringan pembuang mempunyai dua fungsi, yaitu:
(a) Pembuangan internal untuk mengalirkan kelebihan air dari sawah untuk mencegah terjadinya genangan dan kerusakan tanaman atau untuk mengatur banyaknya air tanah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman,
(b) Pembuangan eksternal untuk mengalirkan air dari luar daerah irigasi melalui daerah irigasi.
Kebutuhan Saluran Drainase untuk Tanaman Padi
Kelebihan air di dalam petakan tersier bisa disebabkan oleh (1) hujan lebat, (2) melimpahnya air irigasi atau buangan yang berlebihan dari jaringan primer atau sekunder ke daerah itu, (3) rembesan atau limpahan kelebihan air irigasi di dalam petak tersier.
Kapasitas jaringan pembuang yang dapat dibenarkan secara ekonomi di dalam petak tersier bergantung kepada perbandingan berkurangnya hasil panenan yang diharap-kan, akibat terdapatnya air yang berlebih serta biaya pelaksanaan dan pemeliharaan saluran drainase tersebut dengan bangunannya. Jika kapasitas jaringan pembuang di suatu daerah kurang memadai untuk mengalirkan semua kelebihan air, maka air akan terkumpul di petakan sawah yang lebih rendah. Muka air di dalam cekungan atau daerah depresi akan meningkat untuk sementara waktu, dan akan merusak tanaman, saluran serta bangunan.
Biasanya tanaman padi tumbuh dalam keadaan tergenang, dapat saja bertahan dengan sedikit kelebihan air. Untuk varietas unggul, tinggi air 10 cm dianggap cukup dengan ketinggian muka air antara 5 – 15 cm dapat diijinkan. Besar kecilnya penurunan hasil panen yang diakibatkan oleh air yang berlebih bergantung kepada (1) dalamnya lapisan air yang berlebihan, (2) berapa lama genangan yang berlebih itu berlangsung, (3) tahap pertumbuhan tanaman, (4) varietas padi.
Koefisien (Modulus) Drainase
Jumlah kelebihan air yang harus dibuang atau dikeringkan setiap petakan sawah disebut modulus drainase atau modulus pembuang atau koefisien pembuang dan ini bergantung pada beberapa hal berikut, yaitu:
(1) Curah hujan selama perode tertentu
(2) Pemberian air irigasi pada waktu tertentu
(3) Kebutuhan air tanaman
(4) Perkolasi tanah
(5) Tampungan di sawah selama atau pada periode akhir yang bersangkutan
(6) Luasnya daerah
(7) Sumber-sumber kelebihan air yang lain
Penentuan nilai modulus drainase dapat dilakukan dengan cara memplotkan curah hujan maksimum untuk beberapa hari berurutan pada berbagai periode ulang.