" /> Kebutuhan Air Tiap Jenis Tanaman - TN Sipil
Home > Irigasi dan Drainase > Sistem Irigasi Permukaan > Kebutuhan Air Tiap Jenis Tanaman

Kebutuhan Air Tiap Jenis Tanaman

Setiap jenis tanaman mempunyai tingkat kebutuhan air yang berdeda-beda. Berdasarkan hal tersebut, jenis tanaman yang diusahakan harus diatur agar kebutuhan air dapat terpenuhi. Adapun jenis tanaman yang diusahakan adalah:
a. Tanaman padi
Padi merupakan tanaman yang memerlukan banyak air selama pertumbuhannya. Perkiraan kebutuhan air untuk tanaman padi adalah 4 kali kebutuhan air untuk tanaman palawija.

b. Tanaman tebu
Selain tanaman padi, tanaman lain yang perlu diperhatikan dalam hal pengairan adalah tanaman tebu. Tanaman tebu diberi air secukupnya pada musim kemarau tetapi tebu tidak perlu diairi pada musim hujan. Perkiraan kebutuhan air untuk tanaman tebu adalah 1,5 kali kebutuhan air untuk tanaman palawija.

c. Tanaman palawija
Yang termasuk dalam tanaman palawija antara lain adalah jagung, kedelai, tembakau, kapas, cabe, kacang dan lain-lain. Tumbuhan tersebut biasanya ditanam dalam musim kemarau dan tidak membutuhkan banyak air. Kebutuhan air untuk tanaman palawija adalah 0,2-0,25 l/dtk/ha.

d. Luas areal
Semakin luas areal persawahan yang diairi, maka kebutuhan air irigasi semakin banyak. Pengaturan luas tanaman akan membatasi besarnya kebutuhan air tanaman. Pengaturan ini hanya terjadi pada daerah yang airnya terbatas. Luas tanam juga mempengaruhi besarnya intensitas tanam. Intensitas tanam adalah perbandingan antara luas tanam per tahun dengan luas lahan.

e. Debit yang tersedia
Apabila debit yang tersedai cukup besar, maka hampir semua jenis tanaman dapat dipenuhi kebutuhannya sehingga pada umumnya pemberian air dapat dilakukan terus-menerus.

f. Jenis pola tanam
Penentuan jenis pola tata tanam biasanya disesuaikan dengan debit air yang tersedia pada setiap musim tanam. Jenis pola tanam suatu daerah irigasi dapat digolongkan menjadi, (a) Padi – Padi, (b) Padi – Padi – Palawija, (3) Padi – Palawija – Palawija

Sistem Golongan
Jika debit air yang tersedia sudah diketahui, langkah selanjutnya adalah mengatur perlu tidaknya sistem golongan, hal ini disebabkan untuk pengolahan tanah pada awal musim tanam padi dipenlukan air sangat banyak, terutama bagi tanaman musim hujan yang justru harus dimulai pada akhir musim kemarau, dimana debit sungai pada umumnya masih kecil dan curah hujan masih sedikit. Oleh karena itu untuk pengaturan air irigasi perlu dilakukan dengan sistem golongan, dimana awal pengolahan tanah seluruh daerah irigasi tidak serentak.

Caranya daerah irigasi tersebut dibagi-bagi menjadi beberapa bagian (3-5 bagian/golongan), dimana awal pemberian air untuk masing-masing bagian tidak sama. Pada umumnya berjarak 10 atau 15 hari antara golongan yang satu dengan golongan benikutnya. Cara ini disebut pembagian air secara golongan, masing-masing bagian daerah irigasi tersebut dinamakan golongan. Dengan sistem golongan ini terdapat keuntungan berupa dapat diperkecilnya dimensi saluran dan bangunan, akibat dapat diperkecilnya puncak kebutuhari air.