Organisme Bentos

Bentos merupakan organisme perairan yang hidup di dasar perairan. pengamatan parameter biologi untuk bentos umunya hanya terbatas pada makrobentos. Pengambilan sampel organisme bentik dapat dilakukan dengan cara sederhana terutama untuk daerah litoral yang dangkal (tepian). Beberapa larva arthropoda dapat diambil dengan menggunakan jala surber, sedangkan untuk beberapa jenis molusca karena memiliki ukuran yang besar dapat dilakukan tanpa bantuan alat khusus.

Pengambilan makrobentos di daerah tepi danau atau waduk dilakukan dengan metode transek garis, yaitu dengan menarik garis sejajar dengan garis tepian perairan. Pengamatan dilakukan pada daerah 1 meter di kanan dan kiri garis sepanjang transek. Larva arthropoda diambil dengan cara menyaring substrat dasar dengan menggunakan jala surber (saringan tepung) dan diidentifikasi. Pengambilan sampel bentos dapat menggunakan eickman grab jika sampel diambil pada perairan yang berlumpur atau tergenang, penggunaan eickman grab dilakukan untuk mengetahui sampel sesaat.

Atau dapat pula menggunakan jala surber pada sampel yang diambil pada perairan yang mengalir.

Cara Kerja :
Pengambilan Sampel Menggunakan Eickman Grab
(1) Kedua belahan pengeruk Eickman Grab di buka hingga terbuka lebar dan kaitkan kawat penahannya pada tempat kaitan yang terdapat pada bagian atas alat tersebut.
(2) Pengeruk di masukkan secara vertikal dan perlahan-lahan ke dalam air hingga menyentuh dasar perairan.
(3) Kemudian jatuhkan logam pembeban sepanjang tali pemegangnya sehingga kedua belahan Eickman Crab tertutup, dan lumpur serta hewan yang terdapat di dasar perairan akan terhimpun dalam kerukan.
(4) Eickman di tarik perlahan-lahan ke atas dan isinya ditumpahkan ke dalam baskom yang sudah disediakan.
(5) Sampah-sampah dari kerukan tersebut dibuang kemudian hewan bentos diseleksi dengan cermat dan memasukkan ke dalam botol sampel yang berisi alkohol 70%
(6) Pengambilan sampel dilakukan sekali lagi pada tempat yang berbeda

Pengambilan Sampel Menggunakan Ayakan
(1) Pengambilan bentos dilakukan dengan ayakan.
(2) Ayakan dimasukkan sampai ke dalam dasar perairan.
(3) Angkat ayakan dan lumpur dipisahkan dengan bentos kemudian masukkan bentos ke dalam botol.
(4) Pengambilan sampel dilakukan sekali lagi pada tempat yang berbeda
(5) Beri label pada masing-masing botol sampel dan diberikan alkohol 70%.

Cara kerja di Laboratorium
(1) Ambillah sampel yang sudah diawetkan. Tumpahkan ke dalam wadah yang telah disediakan dan secara acak diambil satu per satu dengan pinset dan diletakkan pada wadah yang lain sambil diurutkan.
(2) Sampel yang diurutkan dibandingkan mulai dari angka A, B, C, D dan seterusnya, kemudian dilihat apakah sejenis atau tidak.
(3) Pengamatan dilakukan diatas meja. Jenis yang dianggap sama diberi kode yang sama dan ini berarti tergolong se”Run”. Hal ini dilakukan tidak peduli jenis apapun, asal serangkaian sampel tadi dianggap sama.
(4) Lakukan pengamatan sampai semua sampel habis, catat semua data dalam buku kerja, kemudian dilakukan perhitungan indeks keanekaragaman bentos.