Home > Pengelolaan Kualitas Air > Pengukuran Kualitas Air > Pengukuran Oksigen Terlarut Dengan DO Meter

Pengukuran Oksigen Terlarut Dengan DO Meter

Prinsip kerja dari alat DO meter ini adalah menggunakan elektroda atau probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam dalam larutan elektrolit. Pada alat DO meter, biasanya menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb). Secara keseluruhan, elektroda ini dilapisi dengan membran plastik yang bersifat semi permeable terhadap oksigen. Reaksi kimia yang akan terjadi pada elektroda tersebut adalah:
Katoda : O2 + 2 H2O + 4eà 4 HO-
Anoda : Pb + 2 HO- à PbO + H20 + 2e

Aliran reaksi yang terjadi tersebut tergantung dari aliran oksigen pada katoda. Difusi oksigen dari sampel ke elektroda berbanding lurus terhadap konsentrasi oksigen terlarut.Sampel yang digunakan adalah air suling atau aquadest. Pengukuran kadar oksigen terlarut dengan menggunakan DO meter relative lebih mudah dibandingkan dengan metode titrasi. pengukuran dengan cara memasukkan ujung electrode ke dalam sampel air yang telah disiapkan.

DO meter umumnya bersifat portable sehingga pengukuran dapat langsung dilakukan di lapangan. untuk menjaga ketepatan pengukuran, setiap jangka waktu tertentu alat perlu dikalibrasi dengan membandingkan hasil pengukuran alat terhadap hasil pengukuran dengan metode titrasi winkler terhadap air contoh yang sama. alat juga harus dikalibrasi terhadap temperatur dan tekanan udara (lokasi ketinggian) setempat, alat juga perlu diset pada temperatur dan salinitas air yang bersangkutan pada saat pengukuran.

BOD (Biochemical Oxygen Demand)
BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam proses dekomposisi bahan organik. jadi BOD menggambarkan suatu proses oksidasi bahan organik oleh mikroorganisme yang terjadi di perairan. proses dekomposisi bahan organik di perairan terjadi secara bertahap, untuk mencapai 96% bahan organik terurai, diperlukan waktu ±20 hari. untuk pengamatana BOD diambil standart waktu 5 hari, karena diduga dalam waktu 5 hari proses dekomposisi telah terjadi 75% bahan organik telah terurai, sehingga dianggap cukup untuk memberikan gambaran nilai BOD. pengukuran kadar BOD juga menggunakan metode titrasi winkler

Alat :
 Botol Winkler
 Pipet tetes
 Pipet volumetri
 Erlenmeyer
 Buret dan statif

Bahan :
 Air sampel
 Iodida alkali (perekasi Winkler)
 H2SO4 pekat
 Larutan Mangan sulfat/ MnSO4 48 %
 Natrium tiosulfat 0,025 N
 Indikator amylum 1 %

Cara kerja :
 Saring 100 mL sampel air dari lumpur.
 Diambil 75 mL sampel air yang telah disaring, diencerkan dengan aquadest 100X dan dimasukkan kedalam 2 botol Winkler.
 Disimpan dalam keadaan gelap (dibungkus dengan kertas karbon atau plastik hitam) dan ditempat yang gelap. Dicata suhu air dan jam penyimpanan. Dihitung kadar O2 nya setelah 5 hari kemudian.
 Terhadap sampel juga dihitung kadar O2 sesaat.
 Dicatat kadarnya.

Perhitungan :
Kadar BOD (mg/L) = (DO sesaat – DO5) X pengenceran